oleh

Terungkap! Sejumlah Puskesmas di Lampung Utara Tak Miliki IPAL Standar, Dibuat Menyerupai Tabung WC

Laporan Wartawan Tribunpos, Davi Sandra, Lampung Utara

TRIBUNPOS, LAMPUNG UTARA | Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di sejumlah Unit Pelayanan Teknis Daerah (UPTD) Puskesmas Rawat Inap di Lampung Utara diduga tak memenuhi standar.

Bahkan diduga IPAL tersebut tidak memiliki izin resmi dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kabupaten setempat.

Penelusuran tim investigasi Tribunpos.com, Sabtu (27/02/2021) di Puskesmas Abung Surakarta dan Puskesmas Abung Semuli. Bentuk IPAL-nya hanya dibuat menyerupai tabung WC dan tidak memiliki tempat pembuangan limbah.

Bahkan saat diminta untuk menunjuk
kan surat izin IPAL, pihak Puskesmas tidak dapat menunjukkannya.

Kepala Puskesmas Abung Semuli, Siti Nurbaiduri saat dikonfirmasi mengatakan, dirinya tidak mengetahui tentang IPAL, karena dirinya baru saja menjabat kepala Puskesmas disana.

“Saya pribadi tidak mengetahui, apalagi masalah izin IPAL itu, kami dari pihak Puskesmas hanya menerima saja, masalah IPAL dan izinnya itu semua dari pihak Dinkes yang mengerjakannya,” ucap Siti, Jum’at (26/02/2021).

Lanjutnya, jika ingin mengetahui lebih jelas masalah IPAL, coba langsung saja tanya dengan Kepala Puskesmas yang sebelumnya. “Mungkin beliau lebih mengetahui,” terangnya.

Sementara Dr May Mediha mantan Kepala Puskesmas Abung Semuli saat ditemui awak media, dirinya juga memberikan penjelasan yang sama. Menurutnya IPAL yang sudah ada itu yang buat pihak Dinas Kesehatan, pihaknya hanya menerima bahan jadi dan siap pakai.

“Itulah bentuk IPAL kami, dan memang tidak ada pembuangannya, hanya berbentuk kotak seperti tabung WC,” ucapnya.

Dirinya juga merasa bingung, kenapa IPAL tersebut seperti itu, seharusnya memang ada kolam penampungan yang di isi dengan ikan agar dapat di ketahui hasil limbah cair itu sudah steril apa belum.

“Seharusnya juga ada bak pengontrol, bak tersebut terbuka dan berisi ikan hidup sebagai pengontrol kondisi air limbah, apa bila ikan itu mati maka kemungkinan limbah itu tidak terproses dan berbahaya,” ungkapnya.

Dia mengutarakan, pihak Puskesmas hanya menerima dan melaksanakan saja, semua sudah di atur dari pihak Dinkes Lampung Utara.

“Kami gak pernah tau atau melihat ada izin atau tidak IPAL itu, karena itu wewenang Dinkes,” ucapnya.

Agar lebih jelas, dirinya menyarankan awak media bertanya langsung kepada Dinas Kesehatan, terkait izin IPAL tersebut.

Sementara diberitakan sebelumnya, Kepala Puskesmas Tatakarya, Suparman saat dikonfirmasi mengatakan, Puskesmas yang ia pimpin telah memiliki IPAL dengan dua unit tabung, dan sudah memenuhi syarat dan standar.

Ditanya apakah pihak Puskesmas ada laporan ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Suparman mengaku belum pernah melaporkan IPAL ke DLH. Alasannya dikarenakan belum mengetahui secara pasti mekanisme laporan tersebut.

“Kalau masalah laporan IPAL ke DLH, saya belum pernah mas, karena saya gak tau secara pasti mekanisme laporannya seperti apa,” ujarnya.

Dikatakan Suparman, ia akan mempelajari lagi kedepannya seperti apa, karena selama ini dirinya belum mengetahui secara pasti.

Diungkapkannya juga, bahwa limbah cair yang ada di Puskesmas Tatakarya, belum pernah dibuang.

“Selama ini belum pernah dibuang, masih ditampung, karena kapasitas penampungannya lumayan besar, akan tetapi jika penuh limbah tersebut akan dibuang dengan memanggil petugas dengan konsultasi ke dinas.” pungkasnya.

Untuk sekedar diketahui, IPAL merupakan sebuah struktur yang dirancang untuk membuang limbah biologis dan kimiawi dimana sangat dibutuhkan pada suatu kegiatan termasuk rumah sakit agar lingkungan di sekitar tidak tercemar. (Red/Tim)

Editor Berita: Sandi Pusaka Herman Timur

Komentar

News Feed