oleh

Terpilih Ketua NU Sumsel, Cak Amir Menangis saat Pidato, Bikin Peserta Konferwil ikut Menangis

PALEMBANG – TRIBUNPOS.COM I KH Amiruddin Nahrawi resmi terpilih sebagai ketua Tanfidziyah PWNU Sumsel periode 2020-2025 pada Konferwil ke-22 di OKI, 18-19 Januari kemarin. Kyia yang akrab disapa Cak Amir ini mengantongi 10 suara, mengalahkan rivalnya Ust Heri Chandra dengan perolehan 8 suara.

Dalam pidato pertamanya pasca terpilih, Cak Amir menangis dan membuat para kyia dan peserta Konferwil berlinang air mata. Terlihat ia sempat berhenti pidato, terdiam sejenak, dan menghapus air matanya.

“Saya ini anak orang miskin, tapi dipilih oleh Alloh Subhanallah wataala, saya tidak punya, tapi ini lah pengabdian kepada Nahdatul Ulama,” ucapnya menangis sesenggukan, sampai peserta pun larut ikut menangis.

Cak Amir berjanji akan mengadakan kembali Lailatul Ijtima’ yang pernah ia rintis dulu. Dikatakannya, 30 tahun lalu Lailatul ijtima’ hidup, dan sekarang sudah tidak ada lagi.

“Di hadapan Alloh dan Rosul, serta di hadapan para kyia sekalian, saya berjanji akan berikan semuanya, jika para kyia mau datang ke daerah-daerah di 17 kabupaten kota untuk mengembangan NU, saya kasih Rp10 juta untuk biaya operasional kyia, ini uang pribadi saya kyia, saya pengabdian untuk Nahdatul Ulama, saya udah tua kyia,” katanya.

“Saya bukan yang terbaik, tapi saya akan berikan yang terbaik sebagai pengabdian saya ke Nahdatul Ulama, setiap bulan saya akan berikan bantuan pribadi saya ke NU daerah dan juga Ansor, bukan saya dapat minta kemana-mana, tak ada itu. Dan bagi PWNU sendiri saya akan bantu Rp10 juta uang operasional, dan itu uang pribadi saya,” lanjut Cak Amir berurai air mata.

Sebelumnya diberitakan,  di tengah ramainya pembicaraan bursa calon ketua umum NU Sumsel. Nama Cak Amir yang digadang sebagai calon kuat yang muncul di kalangan kyai dan kader NU. Beliau disebut-sebut layak memimpin Tanfidziyah PWNU Sumsel mendatang.

“Iya, memang Cak Amir (KH Amiruddin Nahrawi) calon kuat. Semua juga sudah tahu,” kata kader muda NU yang enggan disebutkan namanya, Kamis (16/01/20).

Cak Amir selama ini memang menjadi salah satu kader terbaik NU yang menjadi pusat perhatian banyak tokoh, mengingat kyai yang dekat dengan Gusdur semasa hidup ini, dinilai tepat menakhodai NU Sumsel ke depan.

“Saya kira Cak Amir cocok dan tepat lah. Tak usah diragukan lagi cara kepemimpinannya,” lanjutnya.

Menanggapi hal tersebut KH Amirudin Nahrawi mengatakan bahwa itu merupakan dukungan dan doa dari banyak kader dan para kyia, yang tentunya menambah semangat dirinya untuk terus mengabdi.

“Alhamdulillah itu kepercayaan dan doa dari teman-teman dan para kyia-kyia. Terimakasih terus doakan saya,” ucap Cak Amir, Kamis (16/01/20).

Menurut Cak Amir, mengutip dari perkataan Gusdur, jabatan ketua itu pertama harus punya uang, kedua keberanian, dan ketiga harus bisa bergeining posisi yang bagus.

“Yang jelas ketua itu harus bisa menghidupi organisasi, bukan mencari hidup di organiasasi,” ungkapnya.

Siapa KH Amiruddin Nahrawi, Ini Biografi-nya

KH Amiruddin Nahrawi saat ini dipercaya Gubernur H. Herman Deru menjabat sebagai Staf Khusus Gubernur Sumsel Bidang Hubungan Antar Agama, mengatur hubungan baik dengan para tokoh lintas agama, dan pondok pesantren se- Sumsel.

Cak Amir merupakan akademisi yang sebentar lagi akan mendapat gelar doktor dari PTIQ Jurusan Ilmu Tafsir Alquran. Pada 1996-1998 ia terpilih sebagai Ketua NU Palembang. Semasa Gusdur hidup, Cak Amir dinilai sangat dekat dengan Gusdur.

Di dunia politik, kyai yang dekat dengan semua kalangan ini, pernah menjadi anggota DPRD Kota Palembang dan anggota DPRD Provinsi Sumsel.

Ia juga pernah menjabat Ketua PKB Kota Palembang pada 1998-2000, serta Ketua PKB Sumsel Babel pada 2000-2005. Di DPP PKB pada 2005-2010 zamannya Muhaimin Iskandar, Cak Amir dipercaya ikut menjadi pengurus pusat.

Di PBNU sendiri, Cak Amir didaulat sebagai Bendahara Lembaga Dakwah 2016-2020. Sedangkan di Majelis Ulama Indonesia, Kyai lintas agama ini dipercaya sebagai Ketua II MUI Sumsel. Kemudian sekarang ia dipercaya juga sebagai Ketua IKA PMII periode 2019-2024. (Red/Kaka)

Editor: Sandi Pusaka Herman

 

Komentar

News Feed