oleh

Tak Patuhi Jam Operasional, Siap-siap Cafe dan Tempat Hiburan di Palembang Bakal Kena Sanksi Ini

Laporan Wartawan : Hendra Wijaya, Tribun Pos Palembang, Sumsel

TRIBUN POS, PALEMBANG II Kasat Pol PP Kota Palembang Guruh Agung mengingatkan, bagi tempat nongkrong seperti cafe dan tempat hiburan yang tidak mematuhi ketentuan jam operasional, akan diberikan sanksi.


Tak tanggung-tanggung sanksi yang diberikan bisa menutup tempat tersebut, bahkan mencabut izin dan bisa juga sampai ke tindak pidana.

“Apabila dalam penegakan perda/peraturan kepala daerah tentang penerapan protokol kesehatan Covid-19, ditemukan adanya upaya penolakan, ketidakpatuhan atau upaya lain yang menimbulkan keresahan masyarakat dan mengganggu stabilitas kamtibmas, maka lakukan upaya penegakan hukum secara tegas terhadap siapapun,” seperti dikutip dari Surat Edaran SE/14/PP/2020.

Salah satu perintah dalam surat itu adalah agar jajaran satpol PP menegakkan hukum tanpa pandang bulu terhadap pelanggar protokol kesehatan yang mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Dalam hal ini Sat Pol PP bersama anggota TNI, Polri, Dinas kesehatan, Kejaksaan, Pengadilan dan Dandenpom adalah tim penindakan hukum protkes,” ucapnya, Kamis (18/6/2021).

Agung menjelaskan, selain tempat hiburan dan cafe, diskotik dan mall juga menjadi sasaran yang sama. Terbukti tidak memenuhi ketentuan jam operasional, maka akan diberi sanksi sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.

Disisi lain, untuk kapasitas batasan pengunjung tidak disebutkan jumlah, namun dibatasi 50 persen dari seluruh jumlah kapasitas pengunjung, supaya mendukung penerapan jaga jarak fisik (physical distancing).

“Physical distancing ini bertujuan untuk melakukan pengendalian resiko penularan Covid- 19, maka dari itu setiap tempat harus memasang pembatas/ barrier antar pekerja dan tamu/ pengunjung untuk memberi jarak, kontak pengatur jam kerja, shift kerja, pengaturan tata letak kursi dan meja, pengaturan jalur keluar masuk dan lain-lain harus sesuai protokol kesehatan,” tegasnya.

Ia juga mengatakan untuk skala berimbang, semuanya dibatasi setengah dari kapasitas jumlah pengunjung, jadi tidak ada perbedaan antara cafe dan tempat hiburan,” tutupnya. (red)

 

Wartawan : Hendra Wijaya
Editor : Putri

Komentar

Headline