oleh

Suhu Politik Partai PAN Mesuji Memanas, Kader Kecewa jika Keputusan DPP Tidak sesuai Hasil Musda

TRIBUNPOS MESUJI, LAMPUNG— Beberapa bulan yang lalu Partai amanat Nasional PAN Mesuji telah menggelar musyawarah daerah ( musda ) 23 Januari 2021, dalam masa penjaringan baik yang pertama hingga dibuka kembali penjaringan yang kedua sesuai dengan instruktur DPW hanya ada 5 nama yaitu, Matnur, Nuryadi Hartopo, Abdul Somad, Mardinata dan Ahmad Taher Nasution dari pengurus DPW, mengapa yang menjadi ketua formatur muncul nama lain, padahal sesuai dengan AD/ART partai yang diakui KemenkumHAM musda adalah institusi partai tertinggi dalam memilih ketua/ketua formatur DPD Tahapan sudah kita lalui sesuai instruksi DPP, kalaupun direkomendasikan Sama saja mengabaikan institusi partai Jika dipaksakan untuk apa tahapan tahapan dilaksanakan lagi tunjuk aja langsung,” Kata Tri Wibowo

” Menurut Tri wibowo kami menyatakan kecewa dengan apa yang diputuskan DPP PAN mengenai Musda PAN ke 3 (tiga), Mesuji, bukan masalah siapa yang menjadi nahkoda PAN, namun kami merasa apa yang telah kami jalankan selama ini tidak memberikan arti apa-apa, nilai nilai Demokrasi di dalam berpartai kita dihilangkan, Musyawarah untuk mufakat yg selama ini menjadi jargon andalan PAN kini tiada lagi, yang ada hanyalah penyampaian keputusan DPP, selama ini apa yang Diketahui DPP tentang Mesuji…!!!


” Mesuji adalah daerah otonomi baru di lampung yang secara geografis dan kultur Budaya Masyarakatnya jauh berbeda dengan daerah daerah lain, perlu pengorbanan yang luar biasa untuk bisa menghidupkan PAN di Kabupaten Mesuji, kami masih ingat dimana pada awal Mesuji mau mekar jadi kabupaten baru, ada 95 desa tersebar di 7 kecamatan. Dengan Medan infrastruktur yang sangat luar biasa kami lalui, Alhamdulillah pada pemilu 2009 kami mampu menempatkan 2 ( dua) kader terbaik di legislatif, dan pada pemilu 2014 PAN Mesuji mampu menempatkan 4 kadernya pada kursi legislatif dengan menjadi peringkat ke 3 perolehan suara itu adalah prestasi yg patut dibanggakan,

Perlu dicatat Mesuji adalah daerah yang kultur sosial budaya nya sangat sulit menerima PAN dikala itu,” ujar mantan BPOK DPD PAN Mesuji periode 2009-2014.

Dalam kesempatan Berbeda H.abdul Somad yang juga hadir saat musda  sekaligus sebagai Formatur mengatakan saat di DPW telah terjadi voting 4 (Empat ) lawan satu dan  diperkuat dari susunan formatur. yang kita jalankan di partai ini kan sesuai perintah konstitusi partai sehingga hasil musda kemaren itu sebagai bentuk perwujudan bahwa kita betul-betul menjalankan nya kalau itu dilanggar berarti melanggar konstitusi,” ujarnya.

Intinya kalau hasil musda itu di abaikan saya beserta kawan-kawan siap mengundurkan diri dari pengurus dan lepas baju.

Saya dan kawan kawan keberatan  nama  kami  dicatut  dalam struktur kepengurusan Versi sekarang  karena memang tidak ada konfirmasi sebelumnya,” tegasnya dengan nada kekecewaan.

Sementara Ketua DPC kecamatan way Serdang, Agus mengatakan, saya tidak tahu kalau nama saya dicatut dimasukan dalam kepengurusan yang dibentuk pak Prapto tanpa konfirmasi terlebih dahulu ke saya.

Sebenarnya kan tahapan semua sudah dilaksanakan Dari  7 pengurus DPC, 6 Berikan dukungan tertulis Bermaterai dari 63 Dprt, 45 Dprt Berikan Dukungan, 13 Pengurus Harian Berikan Dukungan dan Dari 5 Formatur 4 Berikan Dukungan kepada pak Mata Nur, kok tiba-tiba  Orang Yang tidak Mendaftar formatur dan Bahkan Musda Pun tidak Hadir namun di rekomendasikan, dasar menjalankan itu apa…?

dan Sebagai pengurus DPC kami siap mengundurkan diri jika hasil musda di abaikan kami tidak mau di pimpin yang lain selain Pak Mat Nur,” Tegasnya.

 

Wartawan : Zain

Komentar

Headline