oleh

Setelah Kesbangpol Giliran Dinas Pariwisata Gelar Dzuhur Berjamaah Bersama FKUU Sumsel

Laporan Wartawan Tribun Pos, Kaka Kertajasa, Palembang, Sumsel

PALEMBANG, Tribunpos.com | Setelah sukses melaksanakan dzuhur berjamaah bersama Badan Kesbangpol, kini giliran Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Sumsel yang melaksanakan program serupa tersebut.


Bertindak selaku imam langsung diimani oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Sumsel, Aufa Syahrizal SP MSc, dan doa dipimpin oleh Staf Khusus Gubernur Sumsel Bidang Hubungan Antar Agama, DR KH Amiruddin Nahrawi MPdI.

Seusai sholat, Aufa Syahrizal dalam sambutannya mengucapkan terimakasih atas kedatangan Forum Komunikasi Ulama Umara (FKUU) ke Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, dalam rangka mensukseskan program Gubernur Sumsel, Bapak H. Herman Deru di bidang pembinaan keimanan dan ketaqwaan.

“Tentu ini merupakan momen yang bersejarah bagi kami, karena sangat jarang kami berkumpul dalam satu program yang itu bahasannya tentang pembinaan iman,” katanya, Kamis (04/07/2019).

Aufa menambahkan dzuhur berjamaah ini kedepannya akan pihaknya terus lestarikan sebagai budaya baru di kantornya. “Jika sebelumnya belum terlaksana dzuhur berjamaah maka setelah acara ini akan kami budayakan dzuhur berjamaah itu di kantor Dinas Pariwisata dan Kebudayaan,” ujarnya.

FOTO BERSAMA: Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Sumsel, Aufa Syahrizal SP MSc, Staf Khusus Gubernur Sumsel Bidang Hubungan Antar Agama, DR KH Amiruddin Nahrawi MPdI bersama para staf dan pegawai usai Sholat Dzuhur Berjamaah di kantor Disparbud, Kamis (04/07/2019).

Sementara Staf Khusus Gubernur Sumsel Bidang Hubungan Antar Agama, KH Amiruddin Nahrawi dalam sambutannya mengingatkan, agar kiranya para pegawai untuk selalu senantiasa taat terhadap pemimpinnya, siapapun pemimpinnya maka wajib harus ditaati.

KH. Amiruddin Nahrawi menambahkan untuk para pimpinan juga jangan sekali-kali kamu menyalahgunakan jabatan, karena nanti di akhirat para pemimpin itu akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah SWT.

“Sebagai umat muslim kita punya Allah yang Maha segala-galanya, jikalau ada kesulitan minta lah pertolongan kepada Allah, menangislah kepada Allah karena hanya Allah Yang Maha Kuasa dan Maha menghendakibatas segala kejadian dimuka bumi ini,” ucap Cak Amir sapaan akrab KH. Amiruddin Nahrawi.

“Oleh karena itu, saya mengingatkan agar kiranya kita ini selain menjalankan ibadah wajib, kita juga menjalankan ibadah sunah seperti shalat tahajjud, shalat dhuha dan shalat-shalat sunah lainnya karena itu semua memiliki pahala yang besar dan sebagai pembuka pintu kebahagiaan di dunia maupun di akhirat nanti,” paparnya.

“Melalui momen ini juga tentunya saya mengajak kepada seluruh jamaah agar mendoakan para pimpinannya semoga dalam menjalankan amanah jabatannya tidak disalah gunakan dan dijauhkan dari korupsi,” tutupnya.

Setelah sambutan selesai, tibalah memasuki acara ceramah agama yang disampaikan oleh Prof DR H Duski Ibrahim MAg, dalam ceramahnya mengatakan Islam adalah agama yang universal, hal tersebut sudah tertuang dalam Al-quran ada ayat yang menjelaskan bahwa Islam adalah agama yang rahmatan lil’alamin.

Artinya Islam yang diajarkan nabi Muhammad SAW adalah agama yang mengayomi semua golongan, semua mahluk Allah dan rahmat bagi semesta alam.

“Maka dari itu kita sebagai manusia yang beragama Islam harus mempertahankan budaya dan kearifan lokal karena hal tersebut termasuk dalam konsep ajaran Islam Rahmatan lil’alamin,” katanya.

Prof Duski menambahkan, ada beberapa konsep kehidupan yang diajarkan oleh Islam Nusantara yang pertama ialah dengan mempertahankan budaya dan kearifan lokal, lalu yang kedua mentaati pimpinan, dan yang ketiga mempertanggungjawabkan apa yang telah diucapkan agar tidak menjadi kegaduhan di masyarakat.

“Jika konsep tersebut sudah dijalankan dalam kehidupan sehari-hari, maka kita akan merasa damai dan tentram dalam kehidupan masyarakat,” katanya.

“Maka semua yang ada disini jangan mudah terpengaruh oleh budaya-budaya luar yang masuk ke kita, pertahankanlah budaya kita dalam beribadah seperti tahlilan, wiridan, manaqib, syukuran dan lain sebagainya, karena itu semua warisan para pendahulu kita untuk tetap kita amalkan, pertahankan dan dibudayakan dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya.

Tampak dzuhur berjamaah kali ini diikuti dengan penuh khitmad oleh seluruh pegawai Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Sumsel. (Red)

Wartawan: Kaka Kertajasa
Editor: Sandi Pusaka Herman

Komentar

News Feed