oleh

Sempat Memanas, Hendri Zainuddin Mundur dari Pencalonan

Laporan Wartawan Tribun Pos, Kaka Kertajasa, Palembang, Sumsel

PALEMBANG, Tribunpos.com | Prosesi pemilihan Ketua Umum Majelis Daerah KAHMI Kota Palembang periode 2019-2024 dalam Musda II yang digelar di Ballroom Hotel Swarna Dwipa, pada Sabtu (13/07/2019) berlangsung alot dan memanas.

Bahkan, sebelum proses pemilihan dilakukan, sempat terjadi kisruh tarik ulur usulan pembahasan sistem kepemimpinan KAHMI Kota Palembang ke depan.

Ada peserta Musda menawarkan agar KAHMI Kota Palembang tetap menggunakan sistem lama, yakni presidium. Dan sebagian lainnya menginginkan format berbeda, yaitu sistem presidensil.

Hal ini membuat pro dan kontra bagi para peserta Musda. Peserta yang tak setuju dengan sistem presidium, menilai hal ini tak sejalan dengan format organisasi Majelis Wilayah KAHMI provinsi.

“Karena di KAHMI provinsi memakai sistem presidensil, alangkah baiknya kita KAHMI Kota juga mengikutinya. Murtad pula nanti kita, kalau tidak mengikuti,” kata John Kenedy peserta yang cukup vokal bersuara pada Musda ini.

Sontak saja, pendapat tersebut langsung disanggah keras peserta lain. Hal ini semakin memperkeruh suasana. Bertubi-tubi intrupsi pro dan kontra diteriakan peserta.

Baca Juga: Ismail Sukardi Pimpin KAHMI Kota Palembang

Di sela-sela kekisruhan tersebut, Rebo Iskandar Pohan, Dirut PT Swarna Dwipa, yang juga senior KAHMI mencoba menengahi, meredam peserta yang silang pendapat. Ia mengatakan kedua sistem baik, namun dirinya lebih menyarankan untuk tetap menggunakan sistem presidium.

Karena, berkembang dua opsi penawaran bentuk kepengurusan, akibatnya suasana semangkin tegang. Akhirnya, pimpinan sidang pun menskor hingga 60 menit ishoma.

Selesai ishoma, sidang pun dilanjutkan. Disepakati sistem presidensil, dari 3 nama bakal calon (bacalon) mengerucut menjadi 2 nama saja.

Hendri Zainuddin politisi yang masih menjabat anggota DPD RI, yang tadinya getol maju mencalonkan diri sebagai presidium KAHMI, mendadak mundur dari arena Musda. Sontak saja barisan loyalis pundukungnya, kisaran ada sekitar 30 suara lebih, juga walk out dari forum sidang.

Berarti hanya 2 calon tersisa untuk dipilih, yakni Qodri Usman Siregar pengusaha muda sukses yang juga Ketua Gema Hanura Sumsel dan Ismail Sukardi Wakil Rektor I Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang.

Baca Juga: 3 Presidium FORHATI Palembang Terpilih, Hibza Meiridha Badar Salahsatunya

Prosesi pemungutan suara untuk memilih Ketua Umum KAHMI Kota Palembang berlangsung hampir tiga jam, mulai pukul 14.00-16.00 sore.

Jalannya perhitungan suara yang dimulai pukul 16.00, Ismail Sukardi memimpin perolehan suara. Disusul secara bergantian oleh Qodri Usman.

Namun, akhir pemungutan suara, suara Qodri Usman tidak bertambah secara signifikan sehingga alumni KAHMI muda itu harus mengakui kekalahan dari rivalnya. Ismail meraih 97 suara, sedangkan Qodri 57 suara.

Tepat pukul 18:00 WIB, berdasarkan dari vooting tertutup, akhirnya Presidum Sidang terdiri dari Asmuni, Indra Bangsawan dan Bayumi memutuskan dan menetapkan, DR Ismail Sukardi secara sah terpilih sebagai Ketua Umum Majelis Daerah KAHMI Kota Palembang, masa pengabdian periode 2019-2024 dan pertama kalinya menerapkan sistem presidensil.

Sementara itu Ismail Sukardi usai terpilih sebagai Ketua Umum KAHMI Palembang dalam proses pemilihan yang cukup melelahkan itu, berujar sangat bersyukur atas amanah tersebut.

Dalam sambutannya, alumni yang menjabat sebagai Wakil Rektor I Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang ini mengatakan, dirinya akan merangkul semua pihak.

Ia berharap, kepemimpinannya akan mampu memberikan nuansa baru bagi perkembangan dan dinamika kepengurusan di tubuh alumni HMI.

“Namun yang terpenting, tetap menjaga kebersamaan, silaturahmi, sinergitas, dan kerjasama yang baik antar seluruh alumni kader,” ucapnya.

Dirinya bertekad, akan mengembalikan KAHMI Kota Palembang kepada khittahnya, yaitu sebagai organisasi Islam yang mampu mendorong lahirnya insan-insan akademis kader HMI yang unggul, profesional, dan religius.

“Ingin menjadikan KAHMI sebagai bagian dari solusi masalah-masalah kebangsaan dan keumatan khususnya dalam ruang lingkup kota Palembang,” ujarnya.

“Selanjutnya, ingin mengubah orientasi kader HMI & alumni HMI yang terlalu pragmatis dan politis menjadi lebih akademis dan substantif,” tutupnya. (Red)

Editor: Sandi Pusaka Herman


Komentar

News Feed