oleh

Sekolah Tatap Muka di OKU Dimulai 1 September

Laporan: Jum’ahludi/ Wartawan Tribunpos OKU, Sumsel

TRIBUNPOS, BATURAJA — Masa pandemi Covid-19 memberikan tantangan tersendiri bagi dunia pendidikan, tidak ada di Kabupaten OKU. Pelaksanaan pembelajaran dengan metode tatap muka terbatas atau pembelajaran jarak jauh telah dilaksanakan untuk meningkatkan mutu dan pelayanan pendidikan kepada peserta didik.


Pemkab OKU pun menggelar rapat koordinasi dipimpin Plh Bupati OKU H Edward Candra, terkait pembelajaran tatap muka terbatas di masa pandemi Covid-19 di Ruang Bina Praja Pemkab OKU, Senin (30/08/2021).

Walaupun mungkin belum maksimal, tetapi dapat menjadi landasan atau tolak ukur dinas Pendidikan Kabupaten OKU bersama satuan pendidikan dalam merumuskan metode, teknik dan strategi pembelajaran untuk tahun ajaran 2021/2022.

Menurut Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten OKU H Teddy Meilwansyah, mengacu pada SKB 4 Menteri, bahwa untuk tingkat 1, 2 dan 3 diperbolehkan belajar tatap muka.

Begitu juga dengan Surat Edaran Gubernur Sumsel pada hal ini juga diperbolehkan kabupaten/kota untuk melakukan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) ) untuk level 1, 2 dan 3 dengan beberapa syarat utama harus mendapatkan persetujuan orang tua.

“Selain itu, juga harus ada ceklist atau daftar periksa yang ditetapkan oleh SKB 4 Menteri harus ada sanitasi di sekolah, thermogun, handsanitizer, masker, dan protokol kesehatan lainnya,” jelas Teddy.

Untuk Kabupaten OKU, 85 persen tenaga pendidik sudah divaksinasi tahap 1 dan 2 sedangkan untuk peserta didik belum tersedia vaksin.

Dinas Pendidikan telah melakukan kerja sama dengan BIN, bulan September dapat bantuan vaksin untuk anak sekolah peserta didik sekitar 1500 vaksin. 15 persen tenaga pendidik yang belum divaksinasi karena adanya penyakit penyerta dan akan diadakan ulang untuk vaksinasi.

Untuk data yang tercatat di Dinas Kesehatan tercatat 14.255 siswa yang sudah terdaftar, sedangkan vaksin yang tersedia hanya 1100 vial untuk 2200 orang.

PLH Bupati OKU Edward Candra, menanggapi 15 persen guru yang belum melakukan vaksinasi agar kembali di data dalam waktu dekat ini, karena syarat utama  pembelajaran tatap muka adalah yang paling utama adalah vaksinasi tenaga pendidik.

Satu hal yang penting adalah persetujuan orang tua, kalau orang tua tidak bersedia anaknya belajar tatap muka, maka sekolah wajib menyediakan peralatan untuk belajar tatap muka dan daring (Hybrid).

Edward Candra juga menginstruksikan kepada Kadin Kominfo dan Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda OKU, untuk membantu mensosialisasikan kegiatan pembelajaran tatap muka terbatas ini melalui perangkat media massa elektronik maupun media cetak dan media sosial lainnya.

Selain itu, kepada OPD terkait  seperti Dinkes, Dinas Pendidikan, BPBD dan Satpol PP agar terjun langsung ke lapangan untuk mengawasi pelaksanaan pembelajaran tatap muka ini berjalan sesuai protokol kesehatan.

Jika sarana dan prasarana sudah siap untuk PTMT, silahkan disesuaikan dengan daftar ceklist atau daftar periksa yang telah di syaratkan melalui SKB 4 Menteri untuk pembelajaran dimasa pandemi Covid-19.

“Mudah-mudahan dengan terpenuhinya protokol kesehatan di sekolah, pelaksanaan pembelajaran tatap muka tahun ini dapat terlaksana dengan baik dan sesuai harapan dan tentunya tidak menimbulkan klaster baru Covid-19 di lingkungan pendidikan,” ujar Bupati.

Terlepas dari nanti bagaimana teknis pelaksanaan PTMT yang dikeluarkan kementerian atau gugus tugas Covid-19, sekolah tetap harus menyusun program pembelajaran sesuai kalender  pendidikan yang telah dirumuskan oleh dinas pendidikan.

Dari hasil rapat yang dihadiri unsur Forkopimda, Asisten, OPD terkait, dan komite sekolah, disepakati pembelajaran tatap muka terbatas untuk tingkat Kabupaten OKU akan dilaksanakan mulai tanggal 1 September 2021 (hari ini). (Red/Jum)

Editor: Sandi Pusaka Herman Timur

Komentar

Headline