oleh

Sekolah di Sumsel Boleh Belajar Tatap Muka Saat PPKM, Kadisdik: Asal Siswa Harus Ada Surat Izin Orang Tua

Laporan: Rosa Rosmilah/ Wartawan Tribunpos Palembang, Sumsel

TRIBUNPOS, PALEMBANG — Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel menegaskan, pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah harus mengedepankan prinsip kehati-hatian, kesehatan dan keselamatan seluruh insan pendidikan dan keluarga.


Riza Fahlevi mengatakan, selain wajib menerapkan prokes yang ketat, Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas juga mensyaratkan agar seluruh siswa mendapatkan persetujuan oleh orang tua atau wali.

Ketentuan pelaksanaan PTM juga diatur sesuai Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri.

“Syarat PTM mengharuskan agar orang tua atau wali murid membuat surat pernyataan mengizinkan anaknya untuk mengikuti PTM,” kata Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel, Riza Fahlevi saat diwawancarai Tribunpos, Senin (23/8/21) di ruang kerjanya.

Namun hal tersebut menurutnya tidak dengan paksaan, bagi orangtua yang tidak menyetujui anaknya mengikuti PTM, maka sekolah wajib memberikan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) secara online.

Pihaknya menyatakan sudah melakukan sosialisasi ketentuan PTM ke sekolah-sekolah dan para orang tua siswa.

“Pada prinsipnya, orang tuanya sudah mengizinkan betul untuk tatap muka, dengan adanya surat pernyataan hitam di atas putih, mereka siap bertangung jawab bersama sekolah. Jangan sampai ketika ada cluster baru di sekolah, orang tua menyalahkan guru, dan sekolah,” ujarnya.

Riza Fahlevi menuturkan, sudah sebagian daerah yang melaksanakan PTM terbatas dengan prokes yang sangat ketat.

“Sekolah yang sudah melaksanakan PTM itu melaksanakan dengan protokol kesehatan yang sangat ketat. Karena dalam satu kelas, siswa yang ikut PTM hanya setengah dari jumlah siswa. Sehingga kehadiran siswa dibuat bergantian, tempat duduk siswa dibuat berjarak. Intinya seluruh yang ada dalam lingkungan sekolah wajib menerapkan 3M yakni memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak,” bebernya.

Dia mengungkapkan, jika dari orang tua siswa mau anaknya mengikuti PTM, ya silakan, asal tetap prokes.

“Ada sekolah yang siswanya hadir sekitar 20 persen dari jumlah siswa, ada yang 50 persen siswa yang hadir mengikuti PTM, itu sesuai kebijakan sekolah masing-masing,” ucapnya.

Riza mengungkapkan, jika ada kasus covid-19 di sekolah, maka sekolah harus menghentikan PTM, tanpa harus menunggu petunjuk dari Diknas. “Sekolah yang tau kondisi lingkungannya,” pungkasnya. (Red/Ocha)

Editor: Sandi Pusaka Herman Timur

Komentar

Headline