oleh

Riko Vera Hanya Membelah Diri, Bukan Sengaja Membunuh, Keluarga: Adik Kami Dikeroyok, Ini Murni Perkelahian

Laporan: Kurniawan, Wartawan Tribunpos Empat Lawang, Sumsel

TRIBUNPOS, EMPAT LAWANG | Sidang pembacaan tuntutan kasus perkelahian yang mengakibatkan Andik (36) Warga Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan tewas, ditunda. Penundaan itu diagendakan kembali pada Senin (10/05/21) di Kejaksaan Negeri Empat Lawang.


Hendri Adi, kakak Riko Vera (28) terdakwa kasus perkelahian yang mengakibatkan Andik (36) Warga Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan tewas, meminta Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Empat Lawang memberikan tuntunan hukuman ringan kepada adiknya.

Hendri menjelaskan, perbuatan Riko Vera adiknya semata-mata untuk membela diri dari pengeroyokan demi menyelamatkan nyawanya.

“Kami berharap Pak Jaksa menuntut adik kami dengan hukuman yang seringan-ringannya, dan nanti kami memohon kepada Majelis Hakim agar membebaskan adik kami, karena adik kami dikeroyok dan hanya berupaya membelah diri. Adik kami itu dihadang dan 2 kali ditabrak mobil oleh mereka (pihak korban,- red) yang berjumlah lebih 20 orang” terang Hendri usai penundaan sidang pembacaan tuntutan di Kantor Kejaksaan Negeri Empat Lawang, Rabu (05/05/2021).

Dia mengatakan, para pelaku pengeroyokan adiknya (terdakwa) sepertinya sudah merencanakan aksi tersebut. Hal ini dibuktikan dengan pada waktu perkelahian pengeroyokan, para pelaku membawa sejumlah senjata tajam berupa golok dan pedang.

“Masa iya adik kami (Riko Vera) tidak melakukan perlawanan dan harus diam saja kalau mau dibunuh, sehingga adik kami membela diri yang mengakibatkan para pelaku ada yang meninggal dunia, serta beberapa orang terluka parah, sedangkan adik kami Riko Vera pun banyak terkena sabetan senjata sehingga harus dirawat di salah satu Rumah Sakit di Kota Lubuk Linggau,” ucapnya.

Ia juga meminta kepada aparat penegak hukum Polri untuk memproses siapa-siapa saja pelaku penganiayaan adik kami yang berjumlah puluhan orang tersebut.

“Seharusnya mereka juga diproses karena bersama-sama melakukan pengeroyokan terhadap adik kami,” tutupnya.

Kilas balik perkelahian antara Riko Vera (28) dan Andik (36) terjadi pada Minggu, 29 November 2020 sekitar Pukul 16.00 Wib, di Desa Padang Bindu Kecamatan Pendopo Barat Kabupaten Empat Lawang tepatnya di jalan Tanjung Raya Tebing Tinggi,  yang mana pada perkelahian tersebut Riko Vera mengalami luka Robek dipinggang bagian belakang dan lengan sebelah kiri sementara Andik mengalami luka dikaki kiri dekat selangkangan yang mengakibatkan Andik meninggal dunia.

Kepala Desa Gunung Meraksa Baru Amrullah saat dikonfirmasi terkait kejadian perkelahian tersebut menerangkan. “Hari itu saya tidak dilokasi (TKP-Red), saya kalau tidak salah di Polsek menemani keluarg, lalu saya dapat telpon menerangkan bahwa terjadi perkelahian antara terdakwa dan korban,” ucapnya saat disambangi dikediamannya Jumat (07/05/21). (Tribunpos)

Editor Berita: Sandi Pusaka Herman Timur I RED

Komentar

News Feed