oleh

Bertahun-tahun, Jalan Desa Talang Sleman-Payobesar Rusak Parah, Bak Kubangan Kerbau

Salahsatu jalan yang rusak parah bak kubangan kerbau, tepatnya di tengah kampung jalan Desa Talang Sleman, Kecamatan Payaraman, Ogan Ilir. (Kaka Kertapati / Tribunpos)
Laporan Wartawan Tribun Pos : Kaka Kertapati / Payaraman Ogan Ilir

TRIBUNPOS.COM, TRIBUN DESA — Masyarakat di dua desa, Talang Sleman dan Payabesar, Kecamatan Payaraman, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan gelisah.

Bukan apa-apa. Jalan penghubung antara kedua desa itu saat ini rusak parah. Istilah warga setempat, kondisi jalan disana ibarat kubangan kerbau. Sangat tak layak dilalui kendaraan.

“Jalan kami keni (ini), raso bukan lagi cak jalan, pecak kubangan kerbau habis mandi, raso tak kawo (sanggup) setiap lewat dibitu (disana), tapi tak pacak lagi, hekok-hekok (satu-satu) itu lah jalan kami keni,” ujar Marni (31) warga Talang Sleman, Senin (28/5/18) saat diwawancarai Tribunpos.com.

Mirna menceritakan, yang bikin lebih menyakitkan lagi, jalan yang rusak parah tersebut tepat berada di tengah-tengah kampung. Rusaknya selebar badan jalan ditutupi lumpur dan genangan air. Sementara di dalam genangan lumpur itu ada lobang besar yang bergelombang.

“Kadang bukan satu duo warga melintas naek motor yang telaboh (terjatuh) akibat ban motornyo tepeleset atau masuk ke lobang yang cukup dalam tetutup aek (air) kubangan,” ujarnya.

Dikatakannya, kerusakan jalan itu sudah lama terjadi, “Pacak raso kami lah bertahun-tahun tak pernah diperbaiki. Jadi tolong lah pemerintah perhatikan,” pintanya.

Sementara itu, Pjs Kepala Desa Talang Sleman, Basarudin saat dimintai tanggapan mengatakan, pihaknya sudah berkali-kali mengusung ke pemerintah kabupaten agar jalan rusak parah di dalam desa segera diperbaiki.

“Tapi raso jereh bae (paya saja), sampai baiko ari (sekarang) belum ado tanggapan dari pemerintah,” ungkapnya.

Banyak masyarakat desa berharap jalan di desanya itu segera diperbaiki. Jangan dianaktirikan.

Pantauan Tribunpos.com di lapangan, ada sekitar 7 titik jangan rusak di sepanjang jalan kedua desa. Tiga dari tujuh titik itu terpantau yang paling rusak parah. Tepatnya berada di tengah dusun Desa Talang Sleman ada satu titik, dan dua titik lainnya berada diantara jalan menuju desa tetangga Payabesar.

Kabarnya banyak kendaraan roda dua yang terpeleset hingga jatuh tersungkur ke lumpur kubangan jika kondisi jalan tergenang air. Dan bukan tak sedikit juga mobil yang terjebak tak bisa keluar dari sana.

Yang anehnya, lokasi kedua desa merupakan wilayah ujung perbatasan Kabupaten Ogan Ilir dengan Kabupaten Muara Enim. Namun terlihat sangat kontras pembangunan infrastruktur fisik antar kedua desa bersebelahan itu.

Kalau di desa kabupaten tetangga, jalan desa tampak sangat mulus dan lebar. Dengan cor beton pada ketebalan setinggi 30 centimeter serta rentang lebar 12 meter.

Berbeda sekali jika melongok desa sendiri di Kabupaten Ogan Ilir yang bersebelahan seperti Desa Payabesar dan Talang Sleman itu. Siapa yang patut disalahkan? Kenapa bisa demikian seperti dianaktirikan? (Red)

Editor : Sandi Pusaka Herman

Komentar

News Feed