oleh

PT. BSSP Kelola Pelabuhan Batu Ampar, Angin Segar Bagi Dunia Pelayaran

Laporan Wartawan Tribunpos.com, Batam, A Mursalim

BATAM, Tribunpos.com | Sinergisitas perusahaan plat hitam PT. Bintang Sembilan Sembilan Persada (BSSP) dengan perusahaan plat merah Badan Pengusahaan (BP) Batam dalam mengelola opersional kegiatan kepelabuhanan di Batu Ampar (bekas pantai stress), bakal memberikan angin segar bagi kawasan pelabuhan dan perdagangan bebas Batam di tengah situasi muram dunia pelayaran.

Sinergi tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kerjasama Operasional antara PT. BSSP dengan BP Batam pada Kamis (27/12/2018) di Batam.

Hadir dalam penandatanganan itu, Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo, Komisaris PT. BSSP Yangke, Kepala Kantor Pelabuhan Perhubungan Laut Capt Barlet S, Kepala Kantor Pelabuhan BP Batam Nasrul Amri, Perwakilan Bea Cukai Batam, Karantina, Imigrasi Batam dan sejumlah Deputi serta jajaran BP Batam.

Senior Manejer Operasional PT. BSSP Gadjah Roseno mengatakan, dermaga pelabuhan (kelas I) dan fasilitas terminal, serta operator pelabuhan sudah siap beroperasi, dan ini nantinya sebagai Sechend Port dari pelabuhan tua Batu Ampar.

“Kalau tak ada halangan awal tahun ini beroperasi. Pelabuhan tua Batu Ampar akan menjadi full kontainer dan PT. BSSP akan menjadi pelabuhan general cargo, bahkan kapal angkutan massal Pelni akan masuk disini,” ujar mantan Kakanpel Perhubungan Laut Batam kepada Tribunpos.com.

Dikatakanya, moda transportasi laut merupakan sarana angkutan logistik yang cukup tinggi. Dan pelabuhan tua Batu Ampar belum maksimal karena keterbatasan dermaga, dan terjadi pendangkalan alur kolam bandar.

“Jadi setelah pelabuhan tua Batu Ampar menjadi pelabuhan khusus peti kemas, kapal kayu, dan kapal Pelni yang biasa sandar disitu, akan pindah disini,” ujarnya.

Doni salah seorang pengusaha perusahaan pelayaran di pelabuhan tua Baru Ampar, mengatakan langkah tepat Pelabuhan Pelni di pindahkan ke pelabuhan yang baru. Mau, pelabuhan tua Batu Ampar bukan untuk disinggahi kapal penumpang sekelas Pelni.

“Kapal sandar di dermaga selatan, sedangkan disitu banyak penumpukan kontainer, selain itu untuk kedatangan penumpang atau penumpang yang turun dari kapal, rawan terjadi kecelakaan oleh alat berat, dan bila hari hujan semua penumpang basah kuyup karena tidak tersedia terminal kedatangan,” kata Doni.

Selain itu banyak perusahaan pelayaran rugi bila kapal Pelni datang, karena aktifitas bongkar muat harus dihentikan berjam-jam.

“Kapal lagi bongkar muatan proses kadang 2 hari atau lebih, baru 1 hari bongkar, kapal di pandu keluar karena kapal Pelni mau sandar, pandu keluar dan masuk itu bayar, siapa yang bayar kami bukan pihak Pelni,” keluh Doni.

Doni berharap pemindahan kapal penumpang Pelni ke pelabuhan BSSP secepatnya, semua untuk kebaikan bersama. “Lebih cepat lebih baik” timpalnya. (Red)

Editor : Sandi Pusaka Herman

Komentar

News Feed