oleh

Proyek Jalan Sp Meranjat-Muara Enim Rp4 M Diduga Asal Jadi, Belum Sebulan Dikerjakan Sudah Rusak

OGAN ILIR, Tribunpos.com | Peningkatan pembangunan Jalan Simpang Meranjat – Batas Kabupaten Muara Enim yang sudah rampung dikerjakan oleh PT. Jalur Sutera, diduga kegiatannya tidak sesuai dengan spesifikasi dan dikerjakan asal jadi.

Pasalnya, belum lama selesai dikerjakan, Proyek betonisasi (ready mix) dengan anggaran mencapai Rp4,6 M yang bersumber dari APBD Provinsi Sumatera Selatan tampak hasil pekerjaannya di beberapa titik sudah mengalami kerusakan.

Secara kasat mata, material batu split sudah terlihat jelas di sepanjang badan jalan. Hal ini ditengarai pengerjaannya telah mengurangi kualitas beton yang digunakan.

Hal itu pun membuat warga sekita kesal dan mencibirnya.

“Bagaimananya hasil perkerjaan ini, belum satu bulan sudah rusak,” ucap Ahmad (35) warga setempat, kepada wartawan Tribunpos.com, Selasa (29/1/2019) saat dijumpai di lapangan.

Ahmad mengatakan seharusnya hasil kegiatan pembangunan jalan tidak seperti ini. Dirinya menduga pelaksana kegiatan telah mengurangi kualitas beton.

“Sebetulnya kualitas beton yang digunakan menggunakan kualitas berapa? Dikarenakan disepanjang jalan, terlihat batu splitnya,” katanya.

Terpisah, Udin (29) aktifis Ogan Ilir merasa sangat kecewa dengan sikap pelaksana PT. Jalur Sutera yang asal mengerjakan proyek Betonisasi jalan tersebut. Dirinya mengharapkan agar pihak dinas terkait (baca; PUPR Provinsi Sumsel) segera menegur pelaksana kegiatan terkait pembangunan Jalan Simpang Meranjat – Batas Kabupaten Muara Enim.

“Apakah tidak ada pengawasan dari pihak Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Tata Ruang Propinsi Sumatera Selatan waktu pengerjaan kemaren. Sehingga pembangunannya seperti ini,” ucapnya dengan nada kesal.

Udin menambahkan, jalan tersebut juga tidak disiram aspal di atasnya.

“Jangan sampai kami masyarakat berasumsi kegiatan ini sebagai ajang korupsi oleh oknum tertentu,” ungkapnya.

“Kalau memang ada pengawasan dari dinas terkait, kenapa tidak diberikan teguran atau sanksi terhadap PT. Jalur Sutera yang diduga sudah mengurangi kualitas beton,” pungkasnya. (Bagian I)

Editor : Sandi Pusaka Herman

Komentar

News Feed