oleh

Proyek di Ogan Ilir Diduga ‘Dikuasai’ Keluarga dan Timses Bupati, Ini Pengakuan Deswilton

TRIBUNPOS, OGAN ILIR I — KETUA Gabungan Perusahaan Konstruksi Nasional Indonesia (GAPEKSINDO) Kabupaten Ogan Ilir mengeluhkan pekerjaan proyek di Kabupaten Ogan Ilir banyak dikuasai orang-orang dekat bupati, keluarga, kerabat dan timsesnya.

Keluhan itu disampainya ketika menghadiri Rapat Paripurna DPRD Ogan Ilir dalam memperingati Hari Jadi Ogan Ilir ke-18, Jumat 7 Januari 2022.


Deswilton melihat, proyek di Ogan Ilir ini dominan dikuasai oleh sekelompok kecil orang yang dekat dengan kekuasaan.

Kuat dugaan, perusahaan yang bisa mendapatkan pekerjaan hanya lah rekanan/penyedia yang memiliki hubungan kedekatan dengan bupati, kroni dan timsesnya saja.

Sementara diluar itu, perusahaan yang tidak memiliki jaringan/akses ke dalam di boikot habis-habisan sampai ‘gigit jari’.

Terkait kinerja Dinas PUPR, Deswilton menyebut Kepala Dinas PUPR tak lain hanya sebagai ‘boneka’ penguasa saja. Proyek-proyek disana sudah dikendalikan dari atas. Kepala dinas hanya menjalankan perintah kemana proyek ini harus diberikan.

“Saya tidak bisa apa-apa, semua proyek sudah diatur dari pocok (atas),” katanya meniruhkan perkataan Kepala Dinas PUPR, Ruslan saat ditemuinya beberapa waktu lalu.

Dia mengungkapkan, banyak perusahaan milik orang lain yang dipinjam/dipakai (pinjam bendera) untuk melaksanakan proyek yang sudah dikondisikan  pemenang/dapat tender. Sedangkan pemilik proyek sendiri diduga adalah keluarga, kerabat, timses bupati itu sendiri.

“Saya tidak buka langsung saat ini, nanum siapa saja keluarga, kerabat, timses yang memiliki proyek-proyek tersebut, proyeknya apa saja, berapa milyar proyeknya, dan pakai bendera mana/ perusahaan pinjam dari siapa, saya akan bongkar nanti,” terangnya.

Deswilton mengaku, tidak keberatan kalau DPRD, atau aparat penegak hukum Kepolisian atau Kejaksaan ingin tau dan mengungkap terang kasus kongkalikong dugaan Korupsi, Kolusi, Nepotisme di Ogan Ilir ini.

“Saya akan bukakan langsung di hadapan mereka,” tegasnya.

Deswilton menilai, masih suburnya praktik KKN di Bumi Caram Seguguk ini.

Dia juga menceritakan, betapa sistem lelang online di ULP Pemkab Ogan Ilir belum benar-benar bersih dan murni.

Dikatakannya, diduga masih ada permainan kotor disana. Perusahaan siapa pun yang bakal dimenangkan tadi, maka kemenangannya sedari awal diduga telah dikondisikan oleh oknum orang-orang mulai dari Pokja ULP.

“Kadang mereka (oknum panitia pokja lelang) sendiri yang melakukan upload penawaran dan lain sebagainya, sedangkan si punya perusahaan duduk manis sambil menunggu arahan,” akuinya.

Deswilton mengaku bersedia jika diminta membeberkan semuanya untuk menunjukkan betapa permainan kotor pada lelang proyek itu sangat nyata. Demikian juga dengan aktivitas mengatur proyek yang diduga dibagikan ke keluarga, kerabat dan timsesnya bupati.

“Mengatur proyek itu pada dasarnya menyepakati siapa yang akan jadi pemenang. Kepala dinas tau karena itu sudah diperintahkan dari penguasanya,” tambahnya.

Deswilton juga mengkritisi, terkait banyaknya proyek yang nilainya sampai ratusan milyar rupiah pada tahun 2019, 2020 dan 2021 yang diduga dikuasai oleh orang-orang dekat dan timses di lingkaran ayah dan anak (wakil gubernur Sumsel dan bupati Ogan Ilir. (Red/Istimewa) Bagian I

Penulis: Sandi Pusaka Herman Timur

Pada bagian II redaksi Tribunpos akan mengungkap siapa yang mengendalikan proyek di Ogan Ilir? Ke siapa saja proyek itu dibagi-bagi?

Komentar

Headline