oleh

Program Pansimas Milik KKM Asri Sejahtera Desa Papan Asri Diduga bermasalah

TRIBUNPOS LAMPUNG UTARA –Program Pamsimas III tahun 2020 senilai 245.000.000 yang dikelola Kelompok Kerja Masyarakat (KKM) ASRI SEJAHTERA Desa Papan Asri, kecamatan Abung Semuli, Kabupaten Lampung Utara. Diduga bermasalah, dan kurang transparan dalam pemasangan papan informasi. Kamis (21/01/21)

“Hal tersebut terungkap saat sejumlah awak media berbincang bincang dengan ketua KKM yang bernama Zulkarnain beberapa hari lalu dirumah nya dirinya mengatakan bahwa, pembangunan Pamsimas tersebut dan merealisasikan dana Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) pihaknya melakukan penalangan dana inchash ke Atm KKM.


“Pamsimas ini kita hanya mengandalkan dana BLM sebesar 245 juta saja mas, karena dana inchash kita tidak terealisasi”, terangnya

Ditanya alasan inchash tersebut tidak terealisasi, ia menjawab bahwa dana inchash itu merupakan dana yang bersumber dari kontribusi masyarakat.

“Incash ini kan dana kontribusi masyarakat, tapi tidak terealisasi karena memang masyarakat tidak mau berkontribusi, jadi gimana kami gak pusing, karena kami hanya mengandalkan dana BLM saja”, Jelasnya.

Tak hanya itu dirinya juga menyampaikan setelah dana BLM tersalurkan maka dana inchash tersebut dikembalikan karena dana tersebut dana talangan.

“Setelah dana BLM terealisasi maka dana talangan tersebut diambil dan dikembalikan,” katanya.

Ditanya mengapa dana harus di talangi dirinya menjelaskan bahwa bila tidak ada dana INCHASH atau dana kontribusi masyarakat, maka dana BLM sebesar 245 juta ini tidak bisa disalurkan jadi terpaksa kami menalangi nya sementara.

“Syarat nya BLM itu tersalurkan di rekening KKM harus ada dana kontribusi masyarakat mas atau inchash, jadi terpaksa untuk sementara kami menalangi nya mas, nantikan bisa di ambil lagi saat dana BLM sudah cair,” tuturnya.

Terpisah Kasbi Selaku Kepala Desa menjelaskan “justru dana kontribusi masyarakat dalam hal ini INCHASH sebesar 12.250.000 tersalurkan dan bukan dana talangan.

Dirinya membantah jika yang di sampaikan ketua KKM itu tidak benar, karna dana INCHASH itu terealisasi.

Menurutnya semua berjalan sesuai mekanisme, dana inchash kita tersalurkan dan sekarang pembangunan sudah selesai dan sudah dilakukan uji fungsi.

“Saat di singgung mengenai keberadaan bangunan Pamsimas yang dibangun di depan rumah Kepala Desa, Kasbi beralasan bahwa untuk tempat tidak ada masalah selama itu tanah sudah di hibahkan.

” Dimana pun tempatnya tidak menjadi persoalan yang penting jelas statusnya, dan tempatnya strategis lagi pula waktu itu sudah kami sosialisasi kan tapi masyarakat tidak ada yang bersedia bila tanahnya harus dihibahkan,” ucapnya.

Terpisah salah satu warga yang tidak ingin identitas nya di publis mengatakan bahwa selama ini tidak ada pemberitahuan sebelumnya, tentang tata letak pembangunan.

” Tidak pernah ada pemberitahuan tentang tata letaknya, mas tahu – tahu sudah dibangun pamsimas dan anehnya lagi di depan rumah dia mas, padahal saya juga bersedia kalau memang bisa dibangun dimana saja,” jelasnya

Lanjut warga katanya sudah uji fungsi tapi mana rumah saya belum tersalurkan, pernah waktu itu di tanyakan mereka beralasan pipa sudah habis.

Atas perbedaan keterangan antara kepala Desa dan KKM, diharapkan kepada instansi terkait untuk turun ke lokasi guna mengcroscek kebenarannya, karena dari hasil keterangan patut diduga program Pamsimas tersebut bermasalah.

 

 

Wartawan : Davi
Editor : Indra Patriasnyah

 

Komentar

Headline