oleh

Pria di Palembang Tewas Mengenaskan Tersedot Mesin PDAM Tirta Musi, Kepala dan Tangannya Hilang Hanya Tersisa Kaki

Laporan: Hendra/ Wartawan Tribunpos Palembang, Sumsel

TRIBUNPOS, PALEMBANG I — Seorang pekerja penyelam ditemukan tewas mengenaskan akibat tergiling mesin pompa PDAM Tirta Musi, di wilayah 15 Ulu, Jakabaring, Palembang.


Kejadian itu terjadi saat korban bernama Herman Sawiran (41) sedang menyelam ke dalam sungai Ogan untuk memasang mesin pompa milik PDAM tersebut.

Akibat kejadian itu warga Jalan Sido Ing Kenayan, Lorong Citra 1, Kelurahan 36 Ilir, Kecamatan Gandus tersebut meninggal dengan sangat mengenaskan.

Hampir seluruh tubuhnya terpotong dan hanya tersisa bagian perut dan kakinya saja. Sedangkan kepala dan kedua tangannya hilang.

Menurut informasi yang didapat Tribunpos dari keluarga korban, Herman Sawiran belum satu bulan bekerja ikut borongan di sana.

Ia bukan pekerja resmi PDAM, namun pekerja yang dipekerjakan pihak ketiga PDAM untuk menyelam.

Dan terjadi lah peristiwa naas pada Minggu, (12/12/2021) tersebut.

Saat wartawan Tribunpos.com mendatangi kediaman korban, ayah korban Bahusin (53) menjelaskan, kejadian naas itu berawal saat korban sedang menyelam untuk mengerjakan pemasangan mesin pompa milik PDAM Tirta Musi.

Tiba-tiba selang oksigen dari kompresor yang dipegang oleh Acep Saputra mengencang kemudian putus.

Khawatir melihat selang oksigen putus, lalu mertua korban Taswin (60) yang juga ikut bekerja dengan cepat menyelam untuk mencari korban.

Lanjut dia, setelah Taswin menyelam, diketahuinya korban sudah tewas tersedot oleh mesin pompa PDAM dan hanya menemukan bagian perut dan kaki korban saja.

Beberapa hari kemudian, menyusul ditemukan tangan sebelah kiri dan kulit punggung.

Istri korban, Fatmawati (32) didampingi anak-anaknya saat diwawancarai menangis, meminta agar sisa organ bagian tubuh suaminya itu segera ditemukan dan diserahkan kepihak keluarga.

“Kami minta tolong pak, carikan kepala dan tangan suami saya. Sampai sekarang belum ketemu. Kasihan anak-anak nanyakan terus dimana ayahnya,” ucap Fatmawati sambil menangis tersedu-sedu.

Terpisah, Dirut PDAM Tirta Musi, Andi Wijaya saat dikonfirmasi melalui pesan whatsaap pribadinya dengan no 08127139XXX, mengatakan “Mohon Maaf saya tidak bisa berkomentar, karena pekerjaan tersebut bukan wewenang PDAM,” jawabnya singkat. (Red)

Editor: Sandi Pusaka Herman Timur

Komentar

Headline