oleh

Politisi Demokrat Tolak Kebijakan Impor Beras, Nur’aeni: Itu Bisa Membunuh Petani Secara Perlahan

Laporan Wartawan Tribunpos, Alan Rahmatullah, Serang, Banten

TRIBUNPOS, SERANG I Anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat Nur’aeni membeberkan alasannya menolak rencana kebijakan pemerintah untuk mengimpor beras dari Thailand sebanyak 1 juta ton yang akan masuk ke wilayah Indonesia.


Nur’aeni menilai sikap memaksakan Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengimpor beras itu bertentangan dengan keadaan masyarakat dalam situasi covid 19 saat ini. Hal demikian jelas akan menyakitkan hati rakyat Indonesia khususnya para petani di Indonesia saat ini.

“Kebijakan pemerintah impor beras disaat seperti ini tidak pro kepada rakyat. Padahal petani kita saat ini sedang merayakan masa masa panen raya,” ujarnya, Kamis (24/03/21).

Nur’aeni mengatakan importasi beras ini yang rencananya akan dijual dengan harga yang sama dengan harga beras lokal di pasaran, akan membuat petani semangkin kesusahan. Ia mencontohkan di wilayah seperti pasar Cipinang dan pasar Rau sudah ada beras dari Thailand sendiri. Itu saja sudah menyusahkan beras petani masuk. Apalagi ditambah rencana mau impor beras.

“Dengan sikap ini kami Komisi IV DPR RI ‘Menolak Penuh’ rencana pemerintah pusat melakukan importasi beras dari Thailand. Penolakan yang kami lakukan didasari dengan berbagai alasan yang kami temui karena kami sudah melakukan evaluasi RDP juga, yang mana cadangan stok pemerintah saat ini beras dan gabah kering sudah mencukupi dan sudah surplus,” katanya.

Nur’aeni berujar, rencana impor beras juga akan mengganggu persaingan harga dan daya beli dengan beras lokal yang ada saat ini. dan dampaknya akan kembali dirasakan masyarakat luas terutama para masyarakat petani di Indonesia.

“Kami berharap pemerintah hadir di tengah masyarakat, apalagi dengan situasi pandemi yang tidak menentu ini. Pemerintah seharusnya bisa memberikan dan melindungi para petani, bukan malah menyusahkan petani. Seperti memberikan subsidi buat para petani yang saat ini kesusahan dan membutuhkan,” paparnya.

“Disamping itu juga pemerintah harus menstabilisasikan harga, khususnya harga gabah kering di tingkat petani,” tambahnya.

Dia menyinggung, sebaiknya pemerintah memberikan perhatian yang lebih kepada masyarakat, khususnya petani, bukan malah menyakiti hatinya.

“Kebijakan pemerintah mau impor beras sama halnya membunuh secara perlahan-lahan para petani kita saat ini,” tegasnya.

“Kami tekankan kembali, besar harapan saya dan Komisi IV DPR RI agar pemerintah membatalkan kebijakan impor beras tersebut, yang kami anggap tidak tepat dengan kondisi saat ini.” pungkasnya. (Red-TP)

Editor Berita: Sandi Pusaka Herman Timur
Kabiro Serang: Roni
Kaperwil Banten: Risdu Ariri

Komentar

Headline