oleh

Polisi Perpanjang Masa Penahanan Eggi Sudjana 40 Hari

JAKARTA, Tribunpos.com | Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya telah memperpanjang masa penahanan terhadap tersangka kasus dugaan upaya makar, Eggi Sudjana. Hal itu dibenarkan Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono.

“Iya penahanannya sudah diperpanjang,” kata Argo saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (6/6/2019).

Masa penahanan Eggi habis pada 2 Juni 2019 lalu. Dimana diketahui masa penahanan Eggi dimulai sejak 14 Mei 2019 sampai 20 hari kedepan.

Akhirnya penahanan Eggi ditambah sejak 3 Juni 2019 kemarin. Masa penahanan politikus Partai Amanat Nasional itu ditambah sampai 40 hari kedepan oleh polisi.

Eggi sendiri sebenarnya sudah mengajukan penangguhan penahanan lewat Direktur Hukum dan Advokasi Badan Pemenangan Nasional atau BPN Prabowo-Sandiaga, Sufmi Dasco Ahmad pada 4 Juni 2019 lalu. Namun, polisi belum mengabulkan penangguhan penahanan tersebut.

Eggi Sudjana ditetapkan sebagai tersangka dugaan makar oleh Polda Metro Jaya. Penetapan itu berdasarkan proses gelar perkara pada 7 Mei 2019, dengan kecukupan alat bukti, seperti enam keterangan saksi, empat keterangan ahli, beberapa dokumen, petunjuk, dan kesesuaian alat bukti.

Dia dilaporkan oleh caleg PDIP, S. Dewi Ambarawati alias Dewi Tanjung ke Polda Metro Jaya atas tuduhan makar. Dewi melaporkan Eggi, berkaitan dengan beredarnya video ketika Eggi menyerukan people power dalam sebuah orasi.

Atas pernyataan itu, Eggi juga dilaporkan oleh Supriyanto, yang mengaku sebagai relawan dari Jokowi-Ma’ruf Center (Pro Jomac) ke Bareskrim Polri, Jumat, 19 April.

Laporan Supriyanto teregister dengan nomor LP/B/0391/IV/2019/BARESKRIM tertanggal 19 April 2019 dengan tuduhan penghasutan. Terkait status tersangkanya ini, Eggi telah mengajukan permohonan praperadilan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. (Red)

Editor: Sandi Pusaka Herman
Sumber: Berita Satu


Komentar

News Feed