oleh

Polisi Ikut Jamaah Tabligh, Ini Pengakuannya

DAKWAH, Tribunpos.com | Ternyata kerja dakwah bukan hanya kerjanya para da’i dan ulama saja. Namun polisi juga ikut bagian memikirkan dakwah Islam ini. Salah satunya para personil dari kepolisian Polda Sumsel.

Tercatat ada sekitar ratusan anggota Polri di Sumsel ikut terjun ambil bagian dalam khuruj fisabilillah (keluar berdakwah di jalan Allah). Atau biasa disebut Jamaah Tabliqh.


Mengutip Beritatotal.com, pimpinan Polres OKU (Wilayah Polda Sumsel) menggilirkan anggotanya yang mau meningkatkan keimanan dengan beritikaf di masjid-masjid. Sekali bergerak bermanfaat bagi diri anggotanya sendiri, institusi dan masyarakat sekitar masjid.

“Sudah 10 bulan ini anggota Polres OKU secara bergiliran setiap pekannya selama tiga hari beritikaf dimasjid. Mereka melaksanakan sunnah Nabi SAW sekaligus tidak melepaskan tugas kepolisian,” terang Waka Polres OKU, Kompol Nurhadiansyah SIK.

Menurut Kompol Nurhadiansyah, program ini bersenergi dengan Polri yakni door to door sistim. Di lapangan, anggota yang mendapat giliran akan menyambangi warga untuk diajak sholat fardhu berjamaah di masjid.

Saat sambangi warga atau berkeliling kampung sekitar masjid tempat itikaf, mereka juga bisa mendapatkan informasi lebih banyak di lapangan.

“Bukan hanya kadar keimanan anggota saja yang meningkat. Tapi nilai plusnya didapat untuk institusi kita bisa mendeteksi permasalahan-permasalahan yang terjadi di lingkungan masyarakat,” terangnya.

Selain anggota Polres OKU yang beritikaf 3 hari secara bergiliran dan lain-lain masjid, anggota dari dari Polda Sumsel juga ada. Bahkan sedikitnya 10 anggota dibawah Polda Sumsel dari beberapa polres, menjalankan itikaf 40 hari di Baturaja.

“Ini ada teman-teman kita dari Polda mengikuti TGRM 40 hari. Setiap tiga hari berpindah mesjid,” jelas Kompol Nurhadiansyah ketika menerima silaturrahmi anggota Polda Sumsel yang sedang melaksanakan TGRM di wilayah hukum Polres OKU.

Ketiganya masing-masing Bripka Chandra dari Polsek Kemuning Polresta Palembang, Brigadir Wahyu dan Brigadir Teo dari Polres Ogan Ilir.

Selama kegiatan ini telah berjalan, menurut Wakapolres tidak ada penolakan secara frontal di masyarakat Baturaja. Meski pernah dirinya sendiri mengalami respon negative masyarakat sekitar mesjid, saat menjenguk anggotanya beritikaf.

“Waktu itu saya sedang ikut anggota beritikaf, tau-tau ada oknum masyarakat yang sinis menanyakan kegiatan kami. Setelah diberitahu status kami dan apa tujuan kegiatan kami orang tersebut langsung lari dan tidak pernah lagi datang ke mesjid selama tiga hari kami disana,” kisah Wakapolres.

Lain lagi cerita Bripka Chandra. Kegiatan ini pernah ada penolakan warga sekitar masjid di salah satu kota di Sumsel ini. Tapi kata Bripka Chandra, mereka tidak bisa memberikan alasan kenapa menolak kehadiran anggota Polda Sumsel yang ingin beritikaf di masjid.

“Kasus penolakan pernah terjadi meski niat kita bagus. Sayangnya warga yang menolak tak bisa memberi alasan. Tapi kami sudah hamper 40 hari di Baturaja ini alhamdulillah diterima masyarakat,” jelasnya.

“Jujur. Ini sangat bermanfaat bagi saya pribadi dan keimnanan saya. Awal-awalnya saya ikut tiga hari dan rasanya di hari pertama saja sudah mau minggat. Sekarang saya sangat rindu untuk terus seperti ini. Setiap mendengar azan pasti selalu cepat-cepat ingin ke masjid,” pungkas Bripka Chandra diamini kedua rekannya.

Untuk sekedar diketahui, semoga dengan masuknya kepolisian ikut ambil bagian dalam Jama’ah Tabligh, sekaligus membantah tuduhan bahwa jamaah Tabligh teroris dan kelompok yang tidak benar. Semoga jadi asbab Hidayah. (Red)

Editor: Sandi Pusaka Herman

Komentar

Headline