oleh

Polisi Bakal Jemput Paksa Masyarakat dan Saksi Kasus Lahan Labi-Labi

TRIBUNPOS, PALEMBANG — Penyidik Satreskrim Polrestabes Palembang berencana bakal memanggil paksa masyarakat dan pendamping kasus konflik perebutan lahan Labi-labi, Kota Palembang.

Panggilan paksa ini dilakukan karena mereka sudah mangkir dua kali dalam pemanggilan sebelumnya. Namun penyidik enggan membeberkan rinci nama-nama saksi yang akan dipanggil paksa tersebut.

“Akan kami upayakan pemanggilan paksa pihak-pihak itu, karena kasus sudah bergulir maka memang perlu dilakukan pemanggilan saksi, korban, dan pihak terkait lainnya. Itu ketentuannya ada dalam pasal 112 ayat (2) dan pasal 224 ayat (1) KUHAP,” ucap Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol. Anom Setyadji kepada Tribunpos.com, Rabu (29/07/20) di ruang kerjanya.

Kapolres memastikan, pemanggilan paksa tersebut sesuai prosedur. “Siapa saja yang menolak panggilan itu bisa dikategorikan sebagai tindak pidana. Termasuk juga mereka yang berstatus sebagai saksi,” jelas Anom.

Ketika ditanya dari para saksi yang dimaksud, adalah dari mereka para aktivis yang ikut mendampingi masyarakat dalam kasus tersebut. Kapolres hanya menjelaskan, lihat saja nanti perkembangannya.

“Kami sudah melakukan pengiriman surat panggilan kepada beberapa pihak dari masyarkat labi-labi, namun lagi-lagi tidak mematuhi proses hukum untuk memenuhi panggilan penyidik,” ungkapnya.

Anom mengutarakan, pihak kepolisian telah memberikan ruang seluas-luasnya kepada pihak yang merasa keberatan dengan peran kepolisian dalam penanganan konflik lahan tersebut. Untuk menyatakan keluhan atau upaya apapun yang dapat dilakukan, dengan tujuan agar konflik ini tidak berkepanjangan.

Namun baik individu maupun kelompok dari masyarakat yang mengaku milik hak atas lahan itu, tidak pernah menghadap. Hanya berkoar-koar saja. Sedangkan, perkara ini masih tetap akan ditindaklanjutin.

“Gak usah jauh-jauh ke Jakarta atau kemana-mana, langsung saja datangi narasumber masalahnya di Polrestabes. Kantor saya terbuka, kapan saja dan untuk siapa saja. Saya akan jelaskan kasus pokoknya, dan peran orang-orangnya.” tandasnya.

Berdasar informasi yang dihimpun tribunpos.com, PT Timur Jaya Grup yang mengklaim lahan seluas 26 Hektar di lokasi Labi-labi, Kecamatan Alang-Alang Lebar, sudah memiliki sertipikat hak milik yang dikeluarkan oleh Kantor Pertahan Kabupaten Musi Banyuasin tahun 1985 dan 1986. (Red-TP)

Wartawan: Beby Putri dan Yolawati
Editor: Sandi Pusaka Herman Timur

Komentar

News Feed