oleh

Pertanyakan Hal Ini, Mahasiswa Putra Batam Tak Dibolehkan Masuk Kampus Sendiri, Nyaris Bentrok

Laporan: Am Mursalim/ Wartawan Tribunpos Batam, Kepulauan Riau

TRIBUNPOS, BATAM – Mahasiswa Universitas Putra Batam (UPB) sangat geram dengan ulah security di kampusnya, lantaran ia tidak diperbolehkan masuk di kampusnya sendiri.


Perlakuan tak adil ini diterima oleh mahasiswi berinisial MM. Dia mengaku dipersulit masuk ke kampus untuk bertemu dosen kepala program studi (Kaprodi), dengan alasan penerapan protokol kampus sehingga berujung adu debat di pintu masuk, Jumat 3 September 2021 kemarin.

Diutarakan MM, dirinya berupaya menemui dosen guna memintak penjelasan secara langsung atas putusan pembatalan kelulusannya. Padahal sebelumnya, ia telah mengikuti tahapan sidang dan dinyatakan lulus lalu terjadi pembatalan kelulusan, tentunya perlu penjelasan secara langsung dari dosen.

Menurut keterangan MM, security bernama Tobing melarang dirinya masuk, dengan alasan sesuai aturan manajemen kampus untuk saat ini melarang kegiatan tatap muka perkulihaan maupun konsultasi mahasiswi bersama dosen.

Adu argumen pun terjadi, namun security tetap bersikukuh tak memberikan izin dirinya masuk kampus.

“Hubungi aja lewat HP dek” katanya dengan enteng.

Namun ironisnya, disaat bersamaan beberapa orang calon mahasiswi mau mendaftar kuliah diberi akses masuk kampus oleh security.

“Kenapa calon mahasiswi yang baru mau mendaftar kuliah diberi akses masuk, dan saya mahasiswi dilarang. Ini kan tidak adil,” kata MM.

Ia mengungkapkan, sepatutnya security tidak pantas melarang mahasiswa atau mahasiswi untuk bertemu dosen pengajar/ pembimbing untuk berkomunikasi tatap muka. Apalagi hal ini dinilainya urgent (penting), karena menyangkut masa depannya.

“Saya berdua bersama orang tua dan kami sudah divaksin serta menggunakan masker, apalagi Batam sekarang sudah zona kuning, kenapa masih dilarang,” ucapnya dengan geram.

Apalagi kedatangan ke kampus, tambahnya, mau menemui dosen untuk berkonsultasi langsung sekaligus menyerahkan berkas kelengkapan selama mengikuti sidang dan dinyatakan lulus namun dibatalkan menjadi tidak lulus.

Dijelaskanya, dari semester 1 (pertama) mulai tahun 2016  hingga sekarang kuliah di UPB, namun kenapa security mempersulit mahasiswi untuk bertemu dosen secara langsung.

“Sebelumnya saya hubungi melalui handpone dan saya tanya kepada Biro Administrasi Akademi Kemahasiswaan (BAAK) namun diarahkan sama Kaprodi, selanjutnya saya hubungi Kaprodi diarahkan sama BAAK, seakan – akan saya dipimpong” ungkapnya.

Menurut MM, penerapan ganda protokol kampus disatu sisi membolehkan mahasiswi baru masuk kampus mendaftar, sedangkan mahasiswi UPB tidak diperkenankan masuk menemui dosennya  terkesan tidak fair.

Saat dimintak tanggapanya terkait penerapan ganda security berpenampilan parlente tersebut mengaku kepada awak media memang aturanya beda.

“Saya menjalankan sesuai aturan manajemen kampus UPB” ucapnya ringan, seakan tak peduli. (red/am)

Editor Berita : Sandi Pusaka Herman Timur

Komentar

Headline