oleh

Persaingan Usaha Tak Sehat di Pelabuhan Merak Disorot Tajam, Ini Tanggapan Beberapa Pihak, Mengejutkan!

Laporan Khusus Investigasi, Wartawan Tribun Pos, Badiaman Sinaga, Merak, Banten

MERAK, Tribunpos.com | Persaingan usaha tidak sehat di dunia bisnis pelayaran di pelabuhan Merak, Banten, belakangan ini makin menjadi pembicaraan ramai di kalangan masyarakat.


Dugaan adanya ‘praktik monopoli’ yang ditengarai dimainkan oleh sejumlah perusahaan operator kapal, modusnya dengan meng-imingi keuntungan besar berupa ‘cash back’ (bagi hasil fee), dari setiap kendaraan yang diarahkan masuk ke kapal mereka, menjadi sorotan tajam banyak pihak.

Beragam tanggapan pun muncul, baik dari pengguna jasa, operator perusahaan pelayaran, maupun para pejabat pemangku jabatan di lingkungan kepelabuhanan.

ASDP juga Dirugikan

General Manager (GM) ASDP Merak, Capt Solikin beberapa waktu lalu kepada Tribunpos.com mengatakan, terkait cashback pihaknya juga dirugikan. Dia menegaskan, pihaknya (ASDP) menjamin tidak melakukan pemberian cashback seperti itu.

“Ditengarai begitu, konfirmasi ke BPTD ya, ASDP juga dirugikan dan penting diketahui ASDP dijamin tidak ada cashback-chasbackan seperti itu,” kata Solikin.

Laporkan ke Polisi

Kepala BPTD Wilayah VIII Banten, Nurhadi Unggul Wibowo menanggapi serius masalah ini, kepada wartawan media ini mengatakan, pihaknya sangat mendukung pengungkapan kasus ini.

“Kalau punya bukti, tolong serahkan ke polisi supaya ditindak, saya sangat mendukung,” katanya.

Akui Kelemahan BPTD

Salah seorang mantan pejabat BPTD Banten yang namanya diminta dirahasiakan, mengakui penyebab permasalahan tersebut adalah karena lemahnya pengawasan dari BPTD sendiri, dalam hal pengaturan distribusi kendaraan ke dermaga.

Dia menyarankan, bila perlu BPTD membentuk tim monitoring bekerjasama dengan aparat terkait untuk menertibkan hal separti ini.

Dia menjelaskan, bagi kendaraan yang masuk ke pelabuhan tidak boleh masuk dermaga yang belum ada kapal yang sandarnya. Semua kendaraan harus mengarah ke dermaga yang sedang melaksanakan pelayanan sesuai urutan pemberangkatan.

“Dermaga yang kosong harus ditutup sampai ada kapal sandar baru boleh dibuka,” ujarnya.

Ia menambahkan, kalau perlu BPTD harus menerbitkan SOP terkait hal tersebut. Tentunya SOP itu sudah disosialisasikan dahulu ke para operator untuk diketahui dan dilaksanakan, sekaligus sanksi bagi yang melanggarnya.

Cash Back itu Hoax

Berdasarkan informasi yang didapat Tribunpos.com dari lingkungan para pengusaha operator pelayaran, yang tergabung di Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (Gapasdap), menyebut kalau berita cash back itu berita bohong alias Hoax.

Namun sayangnya, ketua DPC Gapasdap Merak, Togar Napitupulu, sampai sejauh ini belum bisa dimintai tanggapan. “Lae, nanti aja kita bincang bincang ya, saya masih keluar daerah terus,” katanya lewat pesan singkat.

Bukan Cashback, Tapi Service

Diwaktu yang berbeda ketua DPC Indonesia National Ferryowner Association (INFA) Merak, Hasyir Muhammad mengatakan, itu bukan cash back, melainkan service yang baik.

“Pengguna jasa saat ini lebih memilih naik kapal tertentu, itu dikarenakan mereka memilih kapal yang lebih baik fasilitas dan pelayanannya. Seperti toilet yang bersih, kantin yang murah, kapal buatan lebih baru. Intinya pengguna jasa berhak memilih pelayanan yang terbaik,” kata Hasyir.

Bisa Menjadi ‘Bom Waktu’

Tokoh masyarakat yang pernah menjadi Anggota DPRD Kota Cilegon, Muhamad Iqbal menanggapi soal pemberitaan tersebut mengatakan, permasalahan ini sudah lama terjadi dan sudah bukan menjadi rahasia umum lagi.

Dia menyarankan, sebaiknya Menteri Perhubungan, Menteri Polhukam, Menteri BUMN dan Komisi Pengawas Persaingan Usaha mestinya turun tangan menindak lanjuti permasalahan ini.

“Kalau dibiarkan terus, masalah ini akan semakin membesar dan bisa berpotensi jadi ‘Bom Waktu”. Apalagi pelabuhan Merak salah satu tempat strategis, kalau perlu TNI diturunkan untuk bantu BKO keamanan,” ungkapnya. (Bagian II)

Editor: Sandi Pusaka Herman

Baca juga: ‘Tercium’ Ada Persaingan Usaha Tak Sehat di Pelabuhan Merak

Komentar

Headline