oleh

Perpusnas Gelar Bimtek Strategi Pengembangan Perpustakaan dan TIK di Palembang

Laporan Wartawan Tribun Pos: Ocha, Palembang, Sumsel

TRIBUN POS, PALEMBANG I Perpustakaan Nasional Republik Indonesia mengadakan Bimbingan Teknis Strategi Pengembangan Perpustakaan dan Teknologi Komunikasi dan Informatika (TIK) untuk Layanan Perpustakaan Transformasi Perpustakaan Berbasis Multi Sosial, di Hotel Zuri, Palembang, Sumsel, Selasa (2/6/2021).


Acara dibuka Kepala Dinas Perpustakaan Provinsi Sumatera Selatan, Fitriana. Hadir peserta perwakilan perpustakaan provinsi, perwakilan perpustakaan kabupaten dan kota.

Maksud Bimtek ini adalah memberi pelatihan kepada pihak pemerintah provinsi dan kabupaten penerima manfaat program transformasi perpustakaan berbasis multi sosial.

“Perpustakaan harus bertranspormasi memberikan pelayanan, membaca nanti lebih tinggi koleksi itu diterapkan supaya ada nilai lebih yaitu mensejahterakan pemustakanya dan masyarakat,” kata Kepala Pusat Pengembangan Perpustakaan Umum dan Khusus Perpusnas RI Dr Upriyadi.

Dia menuturkan, perpustakaan di situ tempat sharing antar pustaka bagaimana berbagi pengetahuan sehingga ilmu yang didapat dari perpustakaan bisa diterapkan. Harus juga bisa berkolaborasi atau bersinergi dengan profesi lainnya sehingga hasilnya lebih maksimal.

Menurutnya hal ini diawali dengan meningkatkan minat baca, kemudian meningkatkan literasi masyarakat menjadi suatu kebiasaan dan menjadi budaya baca, maka akan mensejahterakan minat baca masyarakat.

“Sekarang era digital, harus juga berinovasi koleksi tidak harus berbentuk printif tetapi harus berbentuk digital. Mungkin di tempat lain I-Digital library dan I-Pusnas sudah ada 600 ribu exemplar kurang lebih bisa di akses seluruh Indonesia dan gratis dipinjam dan diupload i-pusnas. Kita bisa memanfaatkan itu sudah mulai diterapkan oleh perpustakaan daerah. Tidak hanya mengandalkan sifat dari berita uang tidak jelas. Kalau koleksinya jelas sumbernya,” bebernya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan Provinsi Sumsel Fitriana menambahkan, kalau di Sumsel, daerah Muba, Lubuk  Linggau yang baru mulai menerapkan, selebihnya tahap persiapan.

“Sesuai dengan perkembangan era digital kita akan sudah memasuki ke era digital. Mau tidak mau harus menerapkan sistem digital di dalam pelayanan masyarakat. Kendalanya jaringan dalam 17 kota kondisi geografis sangat berbeda-beda,  sulit mencari singnal,” katanya.

Ketika ditanya minat baca di Sumsel, Fitriana menuturkan, masih dibawah standar nasional tapi kita dikategori sedang dan cukup menggembirakan.

“Kita akan tingkatkan lagi melalui program salah satu program hari ini strategi pengembangan perpustakaan dan teknologi informasi komunikasi perpustakaan. Sehingga kegiatan ini bisa dimanfaatkan oleh kabupaten kota yang penerima bantuan manfaat khususnya 23 desa yang ditetapkan oleh perpustakaan nasional,” pungkasnya. (Red)

Penulis: Ocha
Editor: Sandi Pusaka Herman Timur

Komentar

Headline