oleh

Penembak Perwira POM AD Ditangkap, Ini Pelakunya

JAKARTA, Tribunpos.com | Terjadi aksi penembakan terhadap anggota TNI di Jatinegara, Jakarta Timur, Selasa (25/12) pukul 22.30. Penembakan itu mengakibatkan anggota Polisi Militer Angkatan Darat (POM AD) Letkol Dono Kuspriyanto meninggal dunia.

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan, pihaknya tengah menyelidiki kasus tersebut. Dedi melanjutkan, Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya sudah mendatangi lokasi dan melakukan olah TKP.


“Olah TKP dilakukan bersama Identifikasi Polres Jakarta Timur. Kemudian, melakukan koordinasi dengan POM AD,” kata Dedi saat dikonfirmasi. Dedi menambahkan, pelaku penembakan saat ini masih dalam penyelidikan.

Mengenai kronologis kejadian, lanjut Dedi, pihaknya mendengar dari saksi bahwa sekitar pukul 23.00, terdengar bunyi tembakan sebanyak empat kali. Penembak menggunakan sepeda motor dalam melakukan aksinya. Sedangkan korban menggunakan mobil dinas TNI AD pelat nomor 2334-34.

“Pelaku meninggalkan motor yang dikendarai bergerak menjauhi TKP. Kemudian korban ditemukan tewas di dalam mobil,” kata dia.

Lebih lanjut kata Dedi, pihaknya sudah menemukan proyektil peluru di sekitar TKP. Motor yang diduga digunakan pelaku jenis Yamaha N Max juga sudah diamankan.

Korban Letkol Dono Kuspriyanto

Sementara pelaku penembakan yakni Serda JR berhasil ditangkap. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombespol Argo Yuwono menjelaskan, penangkapan pelaku penembakan hingga menyebabkan korban meninggal itu berkat motor Yamaha N Max warna hitam bernopol B 4619 TSA yang ditinggal tersangka di tempat kejadian.

“Iya dari sepeda motor yang ditinggal pelaku, kami lakukan penyelidikan dan pengejaran, akhirnya kami amankan tersangka, “ungkap Argo.

Dari keterangan para saksi, pada sepeda motor tersebut ada stiker TNI. Anggota tim gabungan selanjutnya berhasil mendeteksi keberadaan pelaku yang ditangkap di Jalan Jengki, Makasar, Jakarta Timur beberapa jam setelahnya.

Argo juga menyebutkan, dari keterangan saksi di tempat kejadian, terdengar empat kali bunyi senjata api. Pihaknya hingga saat ini masih terus menyelidiki jenis senjata yang digunakan pelaku penembakan tersebut.

Pelaku Diserahkan ke POM TNI

Sekitar pukul 04.00 WIB, tim gabungan menangkap pelaku. Karena pelaku dari TNI maka pelaku diserahkan ke TNI secara hukum. Kasus ini, masih ditangani POM TNI. Sementara itu, pelaku ditahan di Pusat Polisi Militer TNI AU, di Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur.

“Hasil visum sudah keluar, kami dapatkan dan kami serahkan ke POM TNI,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya di Kodam Jaya, Cawang, Jakarta Timur, Rabu (26/12).

Terancam Dipenjara 15 Tahun

Kasubdispenum TNI Angkatan Udara Letkol Sus M Yuris mengungkapkan, tersangka penembakan anggota TNI AD perwira menengah Letkol CPM Dono Kuspriyanto yang bernama Jhoni Risdianto bisa terancam pidana 15 tahun penjara

“Pembunuhan masuk pasal 338 Kitab Undang Undang Hukuman Pidana Militer (KUHPM) dengan ancaman di atas 15 tahun dengan tambahan pecat,” kata Yuris di Kodam Jaya, Rabu (26/12).

Yuris menyatakan proses hukum menggunakan peradilan militer karena kasus ini melibatkan anggota TNI. Kasus ini pun akan dilimpahkan ke Satpom Lanud dan mengikuti proses pengadilan militer.

“Sambil menunggu proses penyidikan tersangka Serda JR sudah ditahan di tahanan pangkalan TNI Lanud Halim Perdanakusuma untuk mendapatkan proses penyidikan oleh POM AU,” jelas dia.

Yuris meminta semua pihak tidak berspekulasi terkait kasus penembakan ini. Mengingat dapat dipastikan antara JR dan Letkol Dono tidak saling mengenal.

“Kami sudah membuka HP tidak ada satu pun call pesan di messenger yang berhubungan dengan korban. Jadi dapat kami simpulkan antara tersangka dan korban tidak saling mengenal,” tegas dia.

Selain itu, dia berharap kejadian serupa tidak terulang lagi di tubuh TNI.

“Pimpinan TNI AU menyesalkan kejadian ini dan berharap tidak ada terjadi lagi peristiwa seperti ini,” tutup dia.

Sebagaimana diketahui, seorang anggota TNI, Letkol Cpm Dono Kusprianto, meninggal dunia karena ditembak orang tak dikenal di kawasan Jatinegara tak jauh dari Rumah Sakit Hermina.

Korban ditembak ketika sedang mengendarai mobil berpelat dinas TNI AD di jalur bus Transjakarta. Korban ditembak dari arah depan dan samping. (red/jpnn)

Editor : Sandi Pusaka Herman

Komentar

Headline