oleh

Penangkapan Mantan Sekda Sumsel Langgar Prosedur, Kuasa Hukum Ajukan Praperadilan

Laporan Wartawan : Rosa Rosmila, Tribun Pos Palembang, Sumsel

TRIBUN POS, PALEMBANG I  Penangkapan mantan Sekertasi Daerah (Sekda) Sumatera Selatan periode tahun 2013-2016 Mukti Sulaiman diduga melanggar prosedur.


Hal itu diungkapkan oleh, tim kuasa hukum Mukti Sulaiman yaitu Syarkowi Tohir, SH, saat mengajukan praperadilan terkait kasus dugaan mangkraknya pembangunan masjid Sriwijaya Palembang, Konferensi pers di Hotel Azza Palembang. Senin (28/6/2021).

Syarkowi Tohir, SH  mengatakan, penangkapan terhadap bukti diduga melanggar prosedur, yang pihaknya persoalkan adalah penetapan tersangka yang ditetapkan oleh Kajati Sumatera Selatan No 07, menurut pihaknya penetapan tersangka itu tidak sah.

“ Mukti Sulaiman sebelumnya dipanggil penyidik untuk diperiksa. Setelah beberapa kali menjalani pemeriksaan, penyidik memutuskan untuk menetapkan sebagai tersangka dan dilakukan penahanan,” katanya.

Disisi lain, peralihan dari saksi menjadi tersangka harus ada Berita Acara Pemeriksaan (BAP) sekarang kita tidak jelas sampai sekarang tidak ada BAP. Cuma ada surat panggilan kasasi dan pengukuhan tahanan.

Kemudian, baru 8 hari ditetapkan sebagai tersangka yang dipertanyakan sekarang, apakah betul sebagai tersangka. Apabila benar mana turunan berkasnya sampai sekarang belum diterima.

” Permohonan ke pengadilan sudah masuk ke praperadilan, kita sudah mengajukan permohonan, jadi praperadilan ini satu minggu sudah selesai namun tetap kita tunggu kapan penetapan sidangnya,” tegasnya.

Lanjutnya, alasannya nanti si penyidik harus mengajukan dua alat bukti permohonan cukup. Jadi proses pertamanya pembacaan, jawaban, replik, duplik dan putusan. Jadi Intinya dengan kita ajukan praperadilan ini tersangka berkeberatan dengan penetapan tersangka itu artinya mungkin tersangka merasa tidak bersalah.

“ Jadi kita siap, segera untuk memproses persidangan ini. Andai permohonan kita ditolak oleh pengadilan maka kita hadapi sidang perkara pokok di persidangan,” jelasnya.

Harapnya,  permohonan pihaknya dikabulkan, hukum ini harus berjalan. “ Kami sudah menyiapkan dua tim kuasa hukum 2 kasus, tim  praperadilan syarkowi untuk perkara ada 3 orang. Inila langkah yang sesuai aturan untuk membela diri karna tidak merasa bersalah,” tutupnya. (red)

 

Wartawan : Rosa Rosmilah
Editor : Putri

 

 

Komentar

Headline