oleh

Pelabuhan Merak Macet Parah Imbas Uji Coba Sistem Manifes Digital

Laporan Wartawan Tribunpos.com, Badiamin Sinaga, Merak, Banten.

MERAK, Tribunpos.com | Pelabuhan Merak mengalami kemacetan parah dalam beberapa hari ini. Kemacetan disebabkan karena adanya uji coba aktivitas manifes sistem baru berbasis digital.

Pantauan Tribunpos.com di lapangan Rabu (22/5/2019), kemacetan mengular sudah mulai terlihat sejak dari toll gate (tempat pembelian tiket) di depan pintu masuk pelabuhan Merak, sampai ke semua kantong parkir di area dermaga 1,2,3,4 dan 5.

Kemacetan juga terasa di luar Pelabuhan Merak, tepatnya di ruas jalan Cikuasa Atas. Truk mendominasi memilih memarkirkan kendaraannya di pinggir jalan rumah makan guna mengantri masuk pelabuhan.

Baca juga: Membangkang! Kapal Ro-Ro Merak-Bakauheni Abaikan Aturan Menhub Terkait Lashing

Turnip salah satu sopir ekspedisi lintas Jawa-Sumatera mengatakan, sudah 4 jam mengantri. “Saya dari pagi sudah ngantri, gak tau penyebab macetnya apa. Semakin tambah dermaga bukannya tambah lancar, eh malah sering macet apalagi malam hari,” kelunya kesal.

Kemacetan mengular mulai terlihat sejak dari toll gate (tempat pembelian tiket) di depan pintu masuk pelabuhan Merak, Banten, Rabu (22/5/2019). (Dok. Badiaman Sinaga/ Tribunpos)

Menurut sumber dari salah seorang operator kapal yang namanya minta dirahasiakan, kemacetan ini imbas dari pemberlakuan sistem manifes digital.

Selama uji coba ternyata sistemnya sering error’ sehingga memakan waktu clereng yang lebih lama dari sistem manual. Akibatnya waktu kapal sandar lebih lama dan ini merugikan pihak operator kapal serta pengguna jasa.

“Ini imbas dari sistem manifes yang error, pengurusan SPB (Surat Persetujuan Berlayar) dari Syabandar jadi lebih lama dapatnya, bahkan hari ini (Rabu, 22/5/2019) ada yang clereng sampai satu jam molor, belum bisa berangkat karena belum ada manifes, dan ini membuat kesal,” ujar sumber.

“Kalaupun sistem manifes digital yang sering error ini tetap mau diberlakukan, saran saya habis lebaran saja, biar tidak ganggu kelancaran arus mudik ini. Untuk sekarang biar kembali ke sistem manifes manual saja,” tambahnya.

Terkait kemacetan parah yang diduga akibat uji coba manifes sistem digital error’, GM ASDP Merak Solikin saat dikonfirmasi tidak memberikan tanggapan apa pun. Telepon dari wartawan media ini tak direspon. Begitu pun pesan singkat tak digubris.

Sementara, Kasie Keselamatan Berlayar KSOP Kelas I Banten, Ganefo membantah kemacetan karena lambatnya pembuatan SPB. “Hanya butuh 3 menit untuk pembuatan SPB,” kata Ganefo.

Lanjut Ganefo, “Namanya juga uji coba, kalaupun menimbulkan kemacetan itu wajar, tapi ya harus segera juga dibenahi kesalahannya dimana, apa diperalatan atau sistemnya,” ujarnya.

Ketika disinggung soal hanya satu orang saja data penumpang bus yang dimasukkan daya manifesnya, Ganefo berujar pihaknya mengembalikan ke pihak operator kapal untuk dibuat yang sesuai isi kapal.

“Iya benar karena sistem manifes yang baru ini belum bisa memasukkan identitas penumpang, jadi kami sudah infokan agar sistem diperbaiki,” jelasnya. (Red)

Biro Banten: Risdu Ariri
Editor: Sandi Pusaka Herman


Komentar

News Feed