oleh

Kopassus Bantah Penyebaran Personel ke Papua

JAKARTA, Tribunpos.com | Sebelumnya senter pemberitaan Komando Pasukan Khusus (Kopassus) disebarkan untuk mengejar pemberontak dari Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat sampai ke pegunungan pedalaman Papua sana. Setelah Presiden Joko Widodo memerintahkan unit Kopassus untuk ke Papua.

Namun kabar ini dibantah tegas Kepala Informasi Kopassus, Letnan Kolonel Denden Sumarlin. Juru bicara pasukan khusus (Kopassus) membantah bahwa pasukannya telah dikerahkan ke Dataran Tinggi Papua.


Denden mengatakan bahwa pasukan khusus yang tampak terlibat dalam operasi kontra terorisme tidak terlibat dalam operasi di Papua.

Militer Ambil Alih Pembangunan di Papua

Pasca pembantaian oleh para pemberontak terhadap pekerja awal bulan ini menewaskan setidaknya 16 orang, militer Indonesia ternyata tidak tidak diam. Kabarnya akan mengambil alih penuh pembangunan proyek infrastruktur besar-besaran di Papua.

Dilansir dari Antara bahwa militer akan melanjutkan pekerjaan di jembatan itu, serta di jalan Trans-Papua sepanjang 4.000 kilometer.

Para insinyur militer akan melakukan konstruksi, dengan ratusan personel keamanan tambahan yang ditempatkan di daerah tersebut. Presiden Jokowi memerintahkan pembangunan untuk terus dilanjutkan, terlepas dari kekerasan yang terjadi.

Setidaknya 16 karyawan dari perusahaan milik negara Istaka Karya, dibunuh oleh pejuang dari Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB), yang menuduh mereka sebagai mata-mata militer. Para pekerja sedang membangun sebuah jembatan di kabupaten Nduga, ketika mereka ditangkap dan kemudian dieksekusi mati. (Red)

Editor : Sandi Pusaka Herman

Anggota TNI dan Polri membawa kantong jenazah berisi tubuh korban serangan separatis di distrik Nduga, setibanya di Bandara Moses Kilangin di Timika, Provinsi Papua, Indonesia, Jumat, 7 Desember 2018. Helikopter TNI pada Jumat (7/12) mengangkut mayat-mayat para korban yang tewas dalam salah satu serangan separatis paling berdarah di Provinsi Papua yang bergolak di Indonesia. (Foto: AP/Mujiono)

Komentar

Headline