oleh

Parah! Dana Bedah Rumah di Empat Lawang Disunat Oknum Kelurahan, Ada Warga Hanya Dikasih Rp200 Ribu

• Potongan Setiap Penerima Rp 1 Juta Hingga Rp 1,5 Juta

Laporan Wartawan Tribunpos, Kurniawan, Empat Lawang, Sumsel

TRIBUNPOS, EMPAT LAWANG | Sungguh memprihatinkan nasib warga miskin di Kecamatan Pendopo, Empat Lawang, Sumatera Selatan penerima bantuan bedah rumah. Pasalnya bantuan bedah rumah dari Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) melalui Bantuan Stimulan Perumahan Rakyat (BSPS) DAK 2020 sebesar Rp 15 juta harus dipotong Rp 1 hingga Rp 1,5 juta.

“Saat sosialisasi kita menerima Rp 15 juta untuk setiap rumah yang dapat bantuan bedah rumah. Namun dipotong oleh oknum kelurahan Rp 1 juta, jadi saya menerima hanya Rp 1.500.000, bukan Rp 2.500.000 seperti yang dijanjikan. Sisanya dalam bentuk material barang bangunan,” ujar Nek Suti, salah satu warga saat ditemui di rumahnya, Sabtu (28/02/2021).

Keluhan lebih parah juga disampaikan pak Dahlan. Ia awalnya hanya menerima Rp 200.000, setelah protes baru ditambahkan Rp 800.000.

Berikut penelusuran Tim Investigasi Tribunpos.com, Empat Lawang:

Program bedah rumah di Kecamatan Pendopo Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan, ditemukan banyak penyimpangan.

Tribunpos menelusuri ke penerima manfaat bedah rumah di kabupaten dengan jumlah penduduk miskin sebanyak 30.000 jiwa lebih itu.

Beberapa warga yang berhasil diwawancarai tim investigasi Tribunpos mengaku, ada pemotongan uang upah tukang, yang semula dijanjikan Rp 2.500.000 tapi diberikan Rp 1.500.000.

Bahkan ada yang dikasih hanya Rp 200.000, namun setelah ditanyakan baru lah ditambah Rp 800.000.

Seperti halnya yang dialami pak Dahlan (40). Dia mengungkapkan didatangi oknum pegawai kelurahan sekitar jam 11 malam dan menggedor rumahnya. Bilang meminta maaf, meminta jangan mempermasalahkan lagi soal pemotongan uang tersebut.

“Saya merasa dibodohi, padahal saya sudah pinjam uang untuk bayar tukang, ternyata uangnya dipotong. Saya tidak rela uang bedah rumah saya dipotong,” bener Dahlan kepada Tribunpos.com, Sabtu (27/02/21).

Padahal dulu waktu di kantor Kecamatan, kenang Dahlan, sudah diberitahukan bahwa penerima bedah rumah akan mendapatkan Rp 15.000.000 berupa barang dan uang untuk upah tukang senilai Rp 2.500.000. Namun kenyataan berbeda, dipotong oleh oknum.

Lain lagi dengan pengakuan Nek Suti Rodima (60), warga Kecamatan Pendopo ini mengaku kalau dirinya diberikan pembagian uang upah Rp 1.500.000 dari yang dijanjikan Rp 2.500.000.

Nek Suti mengatakan, waktu itu yang menyerahkan orang dari kelurahan, alasan dipotong Rp 1.000.000 katanya karena banyak masalah. “Ya saya bingung, jadi saya terima saja,” ucap nenek yang sudah janda tua ini.

Warg lain penerima manfaat juga mengamini hal yang sama. Rata-rata menerima uang upah Rp 1.500.000.

“Selain uang Rp 1.500.000, saya juga menerima material berupa pasir 1 (satu) engkel serta krosok 2 kubik. Dilain waktu ditambah lagi 1 engkel di bagi untuk empat orang,” terang sumber lain yang enggan disebut namanya.

Beda lagi yang di terima Ibu Nisa istri Pak Dahlan, ia menerangkan mendapat bantuan berupa material batubata 4000 buah, semen 25 sak, besi 28 batang, paku 2.5 kg, seng 30 keping, seng perabung 7 keping, krosok 4 kubik, pasir campur 1 (satu) engkel, serta pintu 1 buah.

Ada juga warga yang diiming-imingi akan dapat bantuan lagi, sehingga uang upah tukang diduga tidak diberikan sama sekali. Yang diberikan hanya material.

Harapan warga penerima manfaat, semoga pejabat dari Pemkab Empat Lawang dan Instansi terkait agar menindaklanjuti ketidakberesan ini, dan memproses jika ditemukan unsur pidana korupsi.

Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Suan Amri, saat dikonfirmasi berkenaan siapa pelaksana. Sudah dua hari belum juga mendapat balasan walau pesan via whatsapp sudah dibacanya. (Bagian I)

Editor Berita: Pusaka Sandi Herman Timur

Komentar

News Feed