oleh

Pabrik Kimia PT Dover Chemical di Cilegon Kembali Meledak

Panel Capacitor Bank yang meledak di Pabrik Kimia PT. Dover Chemical di Cilegon, Banten, Senin (28/5/18) malam. (Dok. Badiaman Sinaga / Tribunpos)
Laporan wartawan Tribun Pos : Badiaman Sinaga / Merak Banten

TRIBUNPOS.COM, CILEGON — Ledakan terjadi lagi di pabrik kimia milik PT Dover Chemical di Cilegon, Banten, Senin (28/5/18) malam kemarin.

Berdasarkan kesaksian warga, ledakan di pabrik yang beralamat di Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol itu terjadi sekitar pukul 22.00 Wib. Akibat ledakan tersebut, terjadi pemadaman listrik.

Informasi yang dihimpun Tribunpos.com, dugaan sementara diakibatkan adanya short circuit pada panel capacitor bank di lokasi Plan A yang menimbulkan percikan api sehingga terjadilah ledakan. Yang mana beberapa waktu lalu juga terjadi ledakan yang sama, namun di lokasi berbeda, di Plan B.

Pantauan di lokasi ledakan, terlihat banyak warga di sekitar pabrik yang berhamburan keluar rumah. Kaget mendengar suara ledakan keras diiringi matinya listrik itu.

Dikonfirmasi terpisah, pihak manajemen PT Dover Chemical melalui Dade salah seorang HRD tidak menjawab. Demikian juga Rahmat selaku Humas saat dihubungi Tribunpos.com, Handpone miliknya tidak aktif dan dikonfirmasi melalui WA juga tidak ada jawaban.

Baca juga : Buntut Ledakan PT Dover Chemical, FKPG Desak Pemerintah Berikan Sanksi Tegas

Sementara peristiwa ledakan di pabrik kimia itu dibenarkan oleh Polsek Pulomerak.

“Mendapat laporan ada ledakan, anggota kami langsung meluncur ke TKP. Tapi kami tidak diperbolehkan masuk oleh pihak perusahaan,” ungkap salah seorang anggota yang tak bersedia disebutkan namanya.

Sampai berita ini diturunkan, belum diketahui apakah ada korban jiwa, atau luka – luka pada insiden itu.

Ilustrasi Kebakaran

Untuk diketahui pada 2016 silam, ledakan yang lebih besar pernah terjadi di PT Dover Chemical Cilegon. Menyebabkan satu orang meninggal dunia bernama Bambang Somantri (26).

Sementara tiga korban lainnya mengalami luka bakar yakni Agus Lukman Hidayat (28), Jaja Nudin (32) dan Yuyun Hermawan (30).

Sedangkan korban yang mengalami sesak napas diduga akibat menghirup gas kimia bercampur asap yakni Andri Rifai (31) dan Rudi (33). Semua korban dilarikan ke Rumah Sakit Krakatau Medika (RSKM).

Ledakan yang disertai kepulan asap hitam pekat yang terjadi kala itu, membuat warga yang berada di sekitar perusahaan tersebut dihantui perasaan panik. Hampir semua warga berlarian meninggalkan rumahnya hanya untuk menjauh dari pencemaran zat kimia yang terbakar tersebut.

“Kami mengungsi ke Cikuasa Atas, hanya untuk menghindar dari gas yang beracun yang ditimbulkan dari ledakan tersebut. Bau zat kimia itu bisa menyebabkan sesak napas,” ujar salah seorang warga, Andika.

Warga sekitar mengaku merasa kecewa dengan pihak manajemen PT Dover Chemical, karena pada saat terjadi ledakan, tidak ada upaya sama sekali membunyikan sirine atau memberitahukan warga untuk waspada terhadap gas dari zat kimia yang baunya menyengat tersebut.

Warga dengan kesadarannya sendiri menyelamatkan diri saat terdengar bunyi ledakan disertai asap pekat.

“Pada saat kejadian, tidak ada sirine, maupun pemberitahuan apa pun dari pihak PT Dover Chemical. Warga memilih mengungsi sendiri. Kami kecewa, terus terang saja pimpinan Dover saat ini tidak kenal warga sama sekali,” katanya.

Sementara warga lainnya, Eni Sulistiani (48), yang rumahnya dekat dengan PT Dover Chemical memilih mengungsi ke Gedung DPRD Cilegon. Ia bersama puluhan warga menumpang angkot tak lama setelah ledakan.

“Kebanyakan warga lari ke gunung, arah Cikuasa Atas. Saking panik, kaki saya lemas. Anak saya saja dititipin dengan tetangga, tadi yang bawa motor. Suami saya sedang kerja. Dia tidak tahu keadaan saya seperti ini sekarang,” ujarnya. (Red)

Editor : Sandi Pusaka Herman

Komentar

News Feed