oleh

Orang Tua Calon Siswa Kecewa Seleksi IPDN Kurang Transparan

Salah satu tahapan test kesehatan seleksi calon siswa IPDN. (Istimewa)

TRIBUNPOS.COM, CILEGON — Badiaman Sinaga, salah satu orang tua peserta seleksi penerimaan calon praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) tahun 2018, mempertanyakan sistem seleksi yang dilakukan oleh panitia seleksi IPDN.

Protes ini dilakukannya karena ia menduga terjadi ketidaktransparanan hasil seleksi psikotes integritas kejujuran yang digelar pada Jum’at (27/7/2018) lalu di SMA Negeri 2 Kota Serang. Saat itu, anaknya Hizkia Raymond dinyatakan tidak lulus tanpa alasan.

“Saya minta hasil tidak lulus anak saya dimana, supaya tahu, agar tahun depan bisa diperbaiki,” ujarnya kepada Tribunpos.com, Senin (6/8/2018).

Sinaga menyayangkan, masih belum transparannya hasil putusan panitia IPDN. Dirinya meminta seharusnya panitia lebih terbuka lagi, tunjukan penilaian peserta yang gagal dimana letak gagalnya.


“Ini kan hasilnya kita tau hanya dari Website IPDN, hanya yang lulus. Sedangkan yang tidak lulus terkait kesalahannya apa, kita tidak tau,” ucapnya.

Dikatakan Sinaga, ketika tes kompetensi dasar (TKD) anaknya (Hizkia Raymond) juga ikut lulus bersama 123 peserta lainnya yang 1.200 anak yang daftar. Pada tahap seleksi ini, dia katakan masih tranparan.

“Ketika test TKD, kita sebagai orang tua pada saat bersamaan langsung bisa tau hasil test-nya, ada di monitor LCD yang disediakan panitia,” jelasnya.

Selanjutnya, sambung Sinaga, dari 123 peserta yang maju ke tahap tes kesehatan. Mengerucut menjadi 60 anak yang lulus. Pada tahapan ini juga masih dikatakannya transparan.

Lalu, setelah tes kesehatan, masuk lah tahapan tes psikologi integritas kejujuran. Dari 60 peserta, yang lulus hanya 45 orang.

“Dari 45 orang dikirim ke kampus IPDN Jatinangor, Bandung. Dipulangkan 4 orang ke Provinsi Banten. Karena jatah kuota Banten hanya 41 orang,” terangnya.

“Saat seleksi tertulis anak saya lulus, dan dalam pengumuman dijelaskan nilai yang lulus. Bahkan anak saya peringkat kedua dari 45 peserta lainnya. Ini bisa kita nilai transparan. Namun ketika gugur test psikotes tidak disebutkan apa persoalannya,” pungkasnya. (Tribunpos)

Editor : Sandi Pusaka Herman

Komentar

News Feed