oleh

Nekat Curi Uang Covid Rp163 juta, Anak Kepala Kantor Pos Ditangkap Polisi

TRIBUNPOS PALEMBANG, SUMSEL – Ada-ada saja ulah Nanda (24) warga Padat Karya Sukabangun, Kelurahan Sukajaya, Kecamatan Sukarami, Palembang ini. Ia  nekat melakukan aksi pencurian uang bantuan Pandemi Covid-19 senilai ratusan juta rupiah.

Bertempat di kantor pos tempat ayahnya bekerja, Nanda melancarkan aksinya. Total uang sebesar Rp 163,5 juta berhasil ia gasak dari salah satu ruangan dengan menggunakan kunci. Kemudian uang itu dia simpan di dalam jok sepeda motornya sambil meninggalkan kantor pos.

Namun, sepandai-pandainya Nanda mencuri, akhirnya ketauhan juga. Nanda yang merupakan tenaga bantu harian lepas di kantor pos tersebut, diringkus anggota Buser Polsek Kalidoni Palembang, Kamis (11/6/20) lalu.

Kapolsek Kalidoni AKP Irene menjelaskan, Nanda yang biasa ikut membantu orang tuanya di kantor pos tersebut langsung digelandang ke Mapolsek Kalidoni Palembang.

“Pelaku nekat mencuri uang lantaran dirinya butuh uang karena terbiasa bermain saham investasi secara online. Pelaku mentransfer cash uang itu untuk deposite permainan investasi saham,” ungkap AKP Irene, saat gelar press release di Mapolsek Kalidoni Palembang, Jumat (19/6/20) kemarin.

Sementara itu, dari pengakuan pelaku nekat melakukan aksi pencurian uang tersebut karena selama ia bekerja sebagai videografer freelance, bisnisnya sepi akibat dampak virus Covid-19. Untuk itu dirinya ikut membantu ayahnya yang kebetulan kerja di kantor pos tersebut.

“Saya ikut aya kerja di kantor pos. Saya bermaksud memakai uang itu untuk sementara dan berencana mengembalikan lagi uang tersebut namun uang yang ditransfer tertahan dan belum bisa diambil hingga akhirnya diketahui,” jelas Nanda.

Dari penangkapan terhadap pelaku Nanda, polisi juga menyita barang bukti uang tunai sebesar Rp 1,3 juta yang masih dipegang oleh pelaku. Sedangkan sisanya masih tersimpan di rekening yang telah ditransfer pelaku.

Korban merupakan ayah kandung dari si pelaku sendiri. Dia nekat mengambil dana bantuan langsung tunai. Pelaku kini masih menjalani pemeriksaan oleh tim penyidik Mapolsek Kalidoni Palembang. Pelaku terancam Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman di atas lima tahun kurungan penjara,” tutup AKP Irene. (Red-TP)

Editor: Sandi Pusaka Herman Timur

Komentar

News Feed