oleh

Nama Denny Agiel Mencuat, Disebut Layak Wakili Kaum Muda Masuk Kabinet Jokowi Jilid II

JAKARTA, Tribunpos.com | Seusai pertemuan Jokowi dengan tim TKN. Pihak Istana mengatakan wacana tersebut sebagai upaya Jokowi untuk melakukan regenerasi dalam mempersiapkan generasi muda.

“Kita berharap juga legacy itu menjadi penting, itu bisa menjadi bagian daripada langkah-langkah beliau untuk mempersiapkan generasi muda, kedepan demi untuk kemajuan bangsa Indonesia,” ujar Aidil Fitri, Ketua Umum LPI Tipikor RI kepada Tribunpos.com, Senin (20/5/2019).

Menurut Aidil ada nama-nama yang sudah layak untuk dimasukkan dalam kabinet kerja Jilid II, seperti Denny Agiel Prasetyo, Adian Napitupulu, Sayed Junaidi Rizal, Wahab dan banyak lagi aktivis 98 yang lain. Tapi semua kewenangan dan otoritas itu ada pada Presiden.

“Beliau (Presiden Jokowi, red) yang lebih tahu dan pantas siapa saja yang tepat untuk membantunya dalam menjalankan roda pemerintahan kedepan. Karena hal tersebut menjadi otoritas penuh dari pak Jokowi sebagai presiden tentunya,” ucap Aidil.

Kata Aidil, sudah saatnya para aktivis 98 ini masuk ke dalam sistem pemerintahan untuk terlibat langsung menjalankan roda pemerintahan demi untuk terwujudnya amanah perjuangan dari reformasi 21 tahun lalu.

Dia merekomendasikan salah satu nama seorang aktivis 98, Denny Agiel Prasetyo. Sosok Denny dianggap sudah pantas masuk ke dalam kabinet Jokowi.

Denny yang merupakan mantan aktivis mahasiswa 98 ini, sekarang aktif dibeberapa organisasi seperti sebagai Ketum Pimpinan Pusat Barisan Muda Himpunan Pengusaha Mikro Kecil Indonesia (BM HIPMIKINDO), Sekretaris Nasional Aliansi Organ Relawan Pendukung Jokowi-Ma’aruf Amin Poros Benhil, Ketua Kompartemen Ekonomi Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPP PA GMNI) dan juga sebagai wakil Ketua Dewan Pimpinan Daerah Banteng Muda Indonesia provinsi Jawa Barat (DPD BMI Provinsi Jawa Barat).

Melihat dari sepak terjangnya di dunia organisasi gerakan pemuda dan politik, Denny dianggap pas untuk duduk sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga. Begitu juga dengan Adian Napitupulu, Sayed Junaidi Rizal, Wahab dan banyak lagi aktivis 98 yang berprestasi, tapi kewenangan itu ada pada hak perogratif presiden.

“Yang pasti ada aturannya, tentu harus bisa memenuhi ketentuan-ketentuan hukum dan perundang-undangan, kapasitas, kemampuan intelektual, bisa untuk dan atas nama presiden menjadi pembantu, bisa bekerja dengan baik, bisa melayani masyarakat dan seterusnya,” imbuhnya.

Aidil Fitri, Ketua Umum LPI Tipikor RI

Isu soal menteri berusia muda di Kabinet Jokowi sempat diutarakan Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma’ruf, Johnny G Plate. Dalam pertemuan di Menteng lalu itu, ia menyebut ada pembahasan soal regenerasi kepemimpinan para menteri atau calon menteri dari tokoh-tokoh muda.

“Dibicarakan bagaimana regenerasi kepemimpinan para menteri atau calon menteri yang masih segar-segar, tokoh-tokoh muda untuk melibatkan ke dalamnya. Tapi kami tidak ngomong soal bagi-bagi kekuasaan,” kata Johnny.

Meski begitu, Johnny menyebut belum ada kandidat nama menteri-menteri yang disebutkan Jokowi. Koalisi menyerahkan sepenuhnya kepada Jokowi mengenai siapa saja yang akan mengisi kabinet di periode kedua nanti.

“Nama anggota kabinet belum dibicarakan secara detail. Gambaran umum saja. Koalisi TKN memegang prinsip ‘presidential prerogative rights’ dalam sistem presidensial yang kita anuti. Mudah-mudahan ada menteri dari kalangan muda,” ucap Johnny, terpisah. (Red)

Editor: Sandi Pusaka Herman

Komentar

News Feed