oleh

MPO IMOKI : “Buat Adik – adik Silahkan Aksi, Sampaikan Pendapat, Namun Konsep dan Solusi Juga Mesti Ada

TRIBUNPOS PALEMBANG – Tindak Kekerasan yang dialami oleh mahasiswa atas perbuatan yang dilakukan oleh oknum satuan pengamanan kampus (security) di Universitas PGRI (UPGRI), Kamis (10/09/20) mendapat kritik keras dari beberapa pihak, salah satunya adalah Rahmad Agus Salim alumni  UPGRI yang pernah menjabat Ketua Umum Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM) 2015.

Rahmad mengatakan bahwa kejadian yang terjadi di UPGRI merupakan tindakan yang telah mencoreng institusi pendidikan.


“kami tak menerima dan menyayangkan tindak pemukulan mahasiswa di kampus UPGRI,” ucap Rahmad yang juga menjabat Majelis Pertimbangan Organisasi Ikatan Mahasiswa Ogan Komering Ilir (MPO IMOKI) saat diwawancarai Kamis malam (10/09/20) di kediamannya Jl. Abdul Kadir No.488 Rt.019 Rw. 005 13 Ulu Palembang.

Dia mengatakan turut mendukung gerakan mahasiswa, menyampaikan aspirasi dan pendapat terkait tuntutan Uang Kuliah Tunggal (UKT). Ia juga menghimbau kepada mahasiswa untuk mengajak dan meminta pendapat dari senior-senior baik alumni UPGRI pun kakak-kakak aktivis yang ada di Bumi Sriwijaya.

Atas nama Majelis Pertimbangan Organisasi Ikatan Mahasiswa Ogan Komering Ilir (MPO IMOKI) Rahmad mengutuk keras tindakan premanisme terhadap adik – adik mahasiswa.

“Hidup matinya demokrasi ada pada mahasiswa, selagi mahasiswa menyampaikan aspirasinya dengan damai semestinya disikapi dengan keilmuan juga. Bukan disambut dengan aksi anarki”.

“Buat adik – adik silahkan aksi, sampaikan pendapat, namun konsep dan solusi juga mesti ada, apa tawaran konsep mahasiswa dan sesuaikah solusi dari mereka?”. Kata Rahmad. (Red-TP)

Editor : Indra Darmawan

 

Komentar

News Feed