oleh

Mobil Bawa Rombongan Santri, Kecelakaan di Cipondoh Tewaskan 3 Orang

TANGERANG, Tribunpos.com | Sebuah mobil pikap yang ditumpangi belasan santri Miftahul Huda Semanan mengalami kecelakaan di dekat jalan layang atau flyover Green Lake City, Cipondoh, Kota Tangerang, Banten, Minggu (25/11/2018).
Tiga orang korban diduga tewas usai kecelakaan. Korban tersebut saat ini sudah dilarikan ke sejumlah RS terdekat dengan kejadian. Mobil pikap sendiri tengah membawa rombongan santri.

“Satu mobil kecelakaan tunggal di Greenlake sebagian besar dirujuk di RS Mulya ada juga yang ke RSUD Tangerang,” ujar Kapolsek Cipondoh Kompol Sutrisno saat dikonfirmasi.


Sementara itu, salah seorang saksi yang membawa para korban Mulyadi mengatakan, saat ini korban tewas sudah ada tiga orang.

“Korbannya ada tiga. Sopir kondisinya enggak terlalu parah, masih kecil lah anak-anak tapi seniornya gitu lah,” ucapnya.

Ditambahkan, kesaksian seorang petugas keamanan, Amirudin mengatakan mobil tersebut melaju dengan kecepatan cukup kencang.

“Kejadiannya sekitar jam 12.00 WIB. Dari arah atas mau turun mobil dari ujung udah oleng terus mojok kebalik tau-tau jatuh, ada bocah geletak satu anak kecil meninggal di tempat umurnya belasan tahun. Ada kali itu mobil kira-kira kecepatannya 60 km per jam,” ujar saat ditemui di lokasi.

Amirudin menuturkan, saat kejadian sang sopir sudah tidak ada di tempat. “Sopirnya sudah nggak ada, katanya sih itu gara-gara rem blong. Bocah baru belajar katanya yang bawa,” tukasnya.

Pantauan di lokasi, saat ini evakuasi sudah selesai dilakukan. Lalu lintas pun nampak lancar. Meski evakuasi sudah selesai dilakukan, sejumlah warga masih nampak menepi di pinggir jalan untuk melihat pasca kecelakaan tersebut. Keseluruhan korban ada yang dilarikan ke RS Mulya dan RSUD Kota Tangerang.

Menurut informasi, pikap yang ditumpangi para santri Miftahul Huda Semanan pimpinan KH Noval tersebut diduga kecelakaan saat kembali usai menghadiri perayaan maulid Nabi Muhammad di pondok pesantren KH Rosyid, Kampung Pondok Karang Tengah. (Net)

Editor : Sandi Pusaka Herman

Komentar

Headline