oleh

Miris! Ditinggal Ibu, Bocah Asal Lampung Harus Hidupi Adik dan Ayah yang Sakit, Andalkan Bantuan Tetangga

LAMPUNG, Tribunpos.com | Serlli Anista (13) bocah asal Lampung ini harus mengalami nasib kurag beruntung di usianya yang masih terbilang belia. Ia tak dapat lagi belajar serta bermain bersama teman sebayanya.

Serlli Anista harus banting tulang menghidupi ayah dan adiknya, Rikaldo Saputra yang masih duduk di kelas 2 SD lantaran ibunya telah pergi meninggalkan mereka sejak Serlli Anista masih duduk di kelas 1 SD.

Tak hanya bekerja, Serlli Anista juga harus melakukan pekerjaan rumah tangga seorang diri.

Hal itu karena kondisi ayah Serlli Anista yang tak mungkin membantu anaknya melakukan pekerjaan tersebut.

Serlli tinggal di pelosok, yakni Desa Negeri Campang Jaya, Kecamatan Sungkai Tengah, Kabupaten Lampung Utara, Lampung.

Rumahnya berukuran 4 x 6 meter, beralaskan lantai tanah, serta dinding kayu yang sudah rapuh termakan usia.

Namun kondisi ini tidak lantas membuat Serlli malu. Meski masih duduk di kelas I SMP, semangat Serlli masih terlihat.

Ia mampu mengerjakan pekerjaan rumah layaknya ibu rumah tangga, memperhatikan adiknya beserta ayahnya yang sedang sakit keras dengan sabar.

“Kasian bapak, sakit sudah lama. Gak mampu berobat, saya sendirian yang mengurus. Ibu pergi gak tahu ke mana sejak saya masih kelas I SD,” tutur Serlli, sambil menangis, dikutip dari Warta Kota dalam artikel ‘Bocah Belia Hidupi Ayah yang Sakit dan Adiknya, Ibunya Menghilang Sejak Serlli kelas 1 SD’.

Rustam berusia 45 tahun ayah Serlli, bertahun-tahun tubuhnya penuh dengan benjolan yang disertai nanah di kaki dan tangannya.

Sampai sekarang belum diketauhi pasti penyebab penyakit yang diderita Rustam.

Penyakit inilah yang membuatnya tidak bisa beraktivitas, hanya di tempat tidur setiap hari.

Guna menyambung hidup sehari hari, keluarga ini harus mengeringkan hasil panen jagung kerabatnya.

Selain itu juga menantikan uluran tangan tetangga. “Dibantu tetangga dan nenek biasanya untuk makan minum,” ujar Serlli.

Serlli masih berharap pemerintah dan dermawan yang ikhlas membantu, terutama untuk pengobatan ayahnya sakit-sakitan.

Sehari-hari keluarga ini makan nasi dan sayur, itupun satu piring di bagi tiga.

Karena penyakit yang diderita, ayah Serlli, dikucilkan dari tetangga. Meski tetangga masih memperhatikan kehidupan sehari- hari mereka.

”Biasanya kami bantu ala kadarnya. Kadang warga sini bantu Rp 50 ribu, tapi ya gak tentu,” ujar Slamet tetangga Rustam.

Bupati Turun Tangan

Mendengar kisah Serlli, Pemerintah Kabupaten Lampung Utara langsung turun tangan.

Bupati Lampung Utara, Agung Ilmu Mangkunegara yang mendapat laporan langsung memberikan bantuan.

Bantuan yang diberikan berupa permodalan. “Agar kelak bisa memberikan penghidupan layak. Karena usia Serllli masih kecil jadi diberikan modal,” ujar Bupati Agung, Selasa 26 Februari 2019.

Tak hanya itu, pemkab memberikan bantuan stok bahan makanan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Mendapati kondisi ini, Bupati mengimbau para kepala desa, camat yang mempunyai warga dengan kondisi “susah” di sekitarnya, untuk mendata.

Setelah itu memberikan laporan kepada pemerintah kabupaten untuk segera dicarikan solusi memperbaiki perekonomian mereka.

Kadinsos M Erwinsyah mengatakan, pihaknya memberikan bantuan dana dan sembako kepada keluarga Rustam.

Selain itu juga setelah dilakukan pemeriksaan, keluarga tersebut masuk dalam kategori untuk penerima bantuan program keluarga harapan.

“Kalau melihat kategorinya, Serlli masuk dalam kategori penerima manfaat program PKH,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga sudah memberikan bantuan berupa pelayanan kesehatan PBI Daerah serta PBI pusat.

Nantinya, dokter yang akan melakukan visitasi ke rumah orangtua Serlli. “Sudah juga dapat bantuan untuk kesehatannya,” katanya. (Tribun Lampung)

Editor : Sandi Pusaka Herman

Komentar

News Feed