oleh

Miris, Di Duga Pembangunan Jalan Desa Di Kecamatan Simpang Pematang Asal Jadi.

TRIBUNPOS MESUJI, LAMPUNG— Pembangunan jalan rabat beton Simpang-pematang dan desa Simpang mesuji di kecamatan Simpang pematang Kabupaten Mesuji diduga asal jadi, tak sesuai bestek maupun Rencana Anggaran Biaya Pemerintahan Daerah Dinas Perkim.

Ini terlihat dari kualitas pekerjaan pembangunan jalan rabat beton yang baru selesai kurang lebih tiga bulan terakhir dikerjakan 22 Desember 2020.

” Bahwa pekerjaan rabat beton tahun 2020 lalu menuai juga sorotan warga, sebagai pengawas proyek, Serta Masyarakat yang melintas setiap hari di jalan tersebut.

” Sehingga dengan kejadian ini diduga campuran material pembangunan tidak sesuai dengan RAB. Akibatnya, akan menimbulkan keretakan pada bagian tengahnya, bahkan tidak layak dikatakan bangunan Pemerintah yang mengunakan Anggaran Miliaran, kalau sesuai gak mungkin seperti bangunan puluhan tahun,” Eko Ketua POSPERA ( Posko Perjuangan Rakyat ) pada media, Sabtu (27/02/2021) kemarin.

Bukan tidak bersyukur dengan pembangunan jalan yang diprogram oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Mesuji, namun warga kecewa dengan hasil pembangunan yang baru seumur jagung, sudah kerusakan berubah wujud.

“ Padahal jalan itu kan jalan Desa Seharusnya jalan itu bisa untuk angkutan hasil pertanian, tetapi kami kecewa, karena dilalui saja sudah seperti itu kondisinya sangat tidak sesuai anggaran yang dikeluarkan,” terangnya.

Ketua DPRD Mesuji Elfianah telah melakukan peninjauan langsung, tetapi tidak ada perubahan tetap masih rusak padahal DPRD kabupaten Mesuji sudah pernah panggil Dinas terkait kenyataan masih tak ada perubahan.

“ Ormas POSPERA mengharapkan pembangunan jalan rabat beton harusnya benar-benar dikerjakan sesuai dengan bestek dan RAB. Kami menduga pekerjaannya asal jadi, pasalnya belum lama dilalui kendaraan saja sudah ada tanda yang retak, dan rapuh,” imbuhnya.

Pasalnya selama proses pembangunan itu, warga di lapangan melihat penggunaan untuk campuran batu kerikil sangat minim dan ada juga tidak sesuai dengan panjangnya pekerjaan, ketebalan kurang Mereka juga meminta pihak Pemkab Mesuji melalui instansi terkait melakukan investigasi ke lokasi pembangunan jalan rabat beton tersebut.

“ Ini agar kami sebagai warga bisa mengetahui pekerjaan yang sebenarnya, bukan seperti ini dan seolah-olah ada ditutupi tutupi di masyarakat tegas,” Eko ketua Pospera.(Red-Tp)

Editor : Indra Patriansyah

Komentar

News Feed