oleh

Merusak Lingkungan, PT. BAU dan PT. MAS Didemo Warga

TRIBUNPOS LAHAT, SUMSEL – Puluhan warga Desa Muara Maung Kecamatan Merapi Barat memasang portal di akses Jalan menuju tambang PT. BAU dan PT. MAS. Aksi ini dilakukan warga akibat buntut panjang menuntut kompensasi atas lahan mereka yang terendam limbah batu bara PT BAU, PT. MAS, PT. KKA, dan PT. BME. Warga menuding perusahaan-perusahaan tambang batu bara ini telah merusak dan mencemari lingkungan mereka.

Menurut Wansyah sebanyak 78 KK diduga terkena dampak dari beroperasinya perusahaan tambang batu bara ini. Hal ini pun sudah pernah dilaporkan pada Bupati Lahat dan Dinas Lingkungan Hidup Lahat, namun hingga saat ini tidak ada tindak lanjut atas laporan warga tersebut.

“Sudah enam bulan yang lalu kami mengadukan hal ini ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lahat namun sampai sekarang belum juga ada tanggapan apapun dari pihak DLH dan tidak ada tindakan sama sekali,” kata Wansah, Rabu (17/06/2020).

Lebih lanjut Wansah menceritakan bahwa sejumlah sawah dan kebun milik warga yang ditanami pisang dan karet telah terkena dampak aliran limbah dari Perusahaan pertambangan batubara di Merapi Barat. Warga pun sudah mengadukan permasalahan ini kepada Bupati Lahat, namun menurut warga sampai sekarang belum ada tindakan apapun dari Pemerintah Kabupaten Lahat.

Kades Muara Maung, Aprizal saat ditemui sejumlah awak media mengatakan bahwa sebagian warga sudah merima uang kompensasi dari PT. BAU.

“Memang sudah ada sebagian warga yang menerima kompensasi. Mereka mendapatkan Rp 1.5 juta,” kata Aprizal.

Dalam aksi pemortalan ini mendapat pengawalan ketat oleh Polsek Merapi dan Koramil 405-02 Merapi. Namun hingga saat ini pihak perusahaan belum memberikan tanggapan terkait aksi yang dilakukan oleh warga. (Red-TP)

Sumber: Berita Lahat
Editor: Sandi Pusaka Herman Timur

Komentar

News Feed