oleh

Mengenal Sosok Nur Asiah, Figur Kepala Desa Perempuan Mekar Sari OKU Selatan

Laporan Wartawan: Novi Irawan, Tribun Pos OKU Selatan, Sumsel

TRIBUN POS, OKU SELATAN I Cantik, demikian banyak kesan pertama yang muncul di benak orang ketika pertama kali bertemu dengan Nur Asih.


Dan mungkin menjadi kesan yang selamanya berbekas di benak setiap orang yang pernah bertemu dan mengenal sosok perempuan yang kini menjabat Kepala Desa Mekar Sari, Kecamatan Warkuk Ranau Selatan, Kabupaten OKU Selatan, Provinsi Sumatera Selatan.

Kekaguman juga mungkin akan menyertai banyak orang ketika mengenal lebih dekat sosok Nur Asiah ini.

Dalam pemikirannya, keterlibatan perempuan sangatlah krusial dalam pengambilan kebijakan, terutama terkait dengan pembangunan desa. Perempuan seyogyanya tidak hanya memberikan sumbangsih saran konstruktif, tapi juga berperan aktif dalam membangun desanya.

“Kita bisa merujuk pada kesuksesan Desa Mekar Sari, Kecamatan Warkuk Ranau Selatan, dalam menginisiasi desa religi, dengan rutin menjalankan pengajian di desa khusus ibu-ibu,” ucap Nur Asiah, Kepala Desa Mekar Sari, Senin (07/06/21).

Nur mengatakan, tidak hanya sebatas itu saja, juga aktif mengadakan pengajian akbar. Bagi kaum laki-laki seperti legian setiap malam Jum’at, ada juga pengajian dari mushola ke mushola di setiap dusun dengan bergantian setiap bulannya.

Kemudian, kegiatan simak’an hatam Al-Quran yang dimulai dari selepas ba’da Magrib hingga tengah malam, bergantian antara perempuan dan laki – laki.

Inisasi ini dilakukan Nur Asiah terinspirasi dari kebiasaan masyarakat di desanya, sudah sejak dahulu melakukan pengajian dengan cara berkelompok – kelompok. Dikarenakan, kebanyakan masyarakat di Desa Mekar Sari merupakan lulusan pesanteren baik laki – laki dan Perempuan.

“Sehingga atas dasar ini lah, dirinya mempasilitasi tradisi yang sudah berjalan selama ini. Dengan menprogramkan kegiatan pengajian ini sebagai kegitan rutin di Desa Mekar Sari, ” jelasnya.

Selain dari menciptakan desanya, sebagai desa yang eeligi. Juga telah banyak melakukan terobosan pembangunan di desa diantaranya, melakukan pembangunan lingkar desa, lengelolaan Bumdes, sejak terpilih sejak tahun 2014 yang lalu.

Adapun, pengelolaan Bumdes yang telah dijalankan diantaranya, bergerak dibidang jasa penyewaan tenda dan kursi serta perlengkapan lainya, dari hasil biaya yang didapat dari pengelolaan Bumdes tersebut dipergunakan untuk kebutuhan kegiatan di desa.

“Untuk pengelolaan Bumdes pada tahun ini Desa Mekar Sari menjalankan program di bidang peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) pembelajaran komputer bagi pelajar juga untuk umum, dengan memperdayakan SDM lokal sebagai tenaga pendidiknya,” tegasnya.

Diketahui, Desa Mekar Sari memiliki 7 dusun, yang kesemuanya sudah tersentuh pembanguan infrastruktur jalan, diprogramkan menggunakan anggaran dana desa.

Selain pembangunan infrastruktur jalan, juga telah melaksanakan pembangunan gedung Paud, lapangan bola voly, serta pembangunan Infrastruktur lain, selama kepemimpinan Nur Asiah sebagai Kepala Desa Mekar Sari. (Red)

Penulis: Novi Irawan
Editor: Sandi Pusaka Herman Timur

Komentar

Headline