oleh

Membangkang! Kapal Ro-Ro Merak-Bakauheni Abaikan Aturan Menhub Terkait Lashing

MERAK, Tribunpos.com | Perusahaan operator kapal ferry atau Roll on-Roll off (Ro-Ro) yang melintasi alur Merak-Bakauheni mengabaikan Peraturan Menteri Perhubungan (Kemenhub) yang mewajibkan mengikat kendaraan di atas kapal.

Aturan Menhub bernomor 30/2016 tersebut, mewajibkan operator kapal menyediakan pengikat kendaraan (lashing) dan klem roda kendaraan untuk digunakan mengikat kendaraan selama berlayar. Dengan tujuan menjamin keselamatan dan keamanan penyelenggaraan angkutan penyeberangan.

Pantauan Tribunpos.com di salah satu kapal penyeberangan KMP Jatra 3, terpantau kendaraan yang berada paling depan, tengah, dan paling belakang tidak diikat atau lashing oleh operator kapal.

Baca juga: Pelabuhan Merak Macet Parah Imbas Uji Coba Sistem Manifes Digital

Menurut sumber anak buah kapal yang namanya minta tidak disebutkan kepada Tribunpos.com mengatakan, bahwa benar hampir semua operator kapal di Merak ini tidak mengikat kendaraan di atas kapal selama berlayar.

“Kalau kami ikuti Peratuaran Menteri Perhubungan itu repot bang, bisa memakan waktu sandar, kan jadi macet,” ujar sumber.

Kendaraan tidak diikat atau lashing oleh operator kapal saat berlayar pada salah satu kapal Ro-Ro penyeberangan Merak-Bakauheni. (Dok. Badiaman Sinaga)

Mendapati pelanggaran aturan seperti itu, GM ASDP Merak Solikin, belum dapat dikonfirmasi. Pesan WhatsApp yang dikirim tak diresponnya.

Begitu juga Kepala BPTD Wilayah VIII Banten Nurhadi, saat dikonfirmasi tidak memberikan tanggapan apapun.

Baca juga: Tali Lashing Putus, Truk Terbalik Timpa Dua Mobil dalam Kapal

Di waktu berbeda, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menegaskan, semua kendaraan di kapal harus diikat untuk keselamatan pelayaran. Waktu sandar terbatas, menurutnya, tidak bisa menjadi alasan keteledoran.

“‘Lashing’ (pengikatan kendaraan ke kapal) itu wajib dan ada peraturannya, akan kita tingkatkan lagi bahwa ‘lashing’ itu menjadi kewajiban dan harus dilakukan,” katanya di Jakarta beberapa waktu lalu.

Terkait keterbatasan waktu sandar, dia menambahkan, peraturan itu ditetapkan berdasarkan pertimbangan dan penghitungan mengenai padatnya arus lalu lintas dan sebagainya.

Dia juga menegaskan kepada operator untuk mematuhi aturan yang ada dan akan diperkuat dengan surat edaran dan ketentuan-ketentuan lain. (Red)

Wartawan: Badiaman Sinaga
Editor: Sandi Pusaka Herman

Komentar

News Feed