oleh

Maling Komputer Sekolah di Ogan Ilir Merajalela, Dua Pekan Dua SMA Dibobol

Ilustrasi Maling Bobol Sekolah
Editorial : Sandi Pusaka Herman / Pimpinan Redaksi Tribunpos.com

TRIBUNPOS.COM, TRIBUN HUKRIM — Komplotan maling komputer terus menghantui sekolah-sekolah yang ada di Kabupaten Ogan Ilir. Belum genap dua pekan, sudah dua kali rentetan aksi pembobolan komputer SMA terjadi di wilayah hukum Polsek Tanjung Batu. Seakan aparat kepolisian tak dianggap keberadaannya.

Pasalnya, kasus pencurian yang terjadi Senin (6/6/2018) dini hari kemarin, malah terjadi di sekolah yang lokasinya tak jauh (kurang lebih 500 meter) dari kantor polisi setempat. Menjadi pertanyaan besar di masyarakat, kemana aparat kepolisian sehingga bisa terjadi kembali kejadian serupa.

Rentetan kasus ini, seakan menjadi peringatan keras bagi tolak ukur kinerja keseriusan jajaran Polsek Tanjung Batu dalam mengungkap dan menangkap komplotan spesialis pembobol sekolah tersebut.

Baca juga : Naas Nian, Lab Komputer SMA 1 Payaraman Dibobol Maling, Puluhan Komputer Ludes

Melihat sejenak alur perjalanan kasus ke belakang, belum terungkapnya pembobolan SMA Negeri 1 Payaraman oleh pencuri, Kamis 24 Mei 2018 lalu, yang mengakibatkan puluhan komputer ludes tak tersisa. Kali ini Senin 6 Juni 2018 giliran ruang laboratorium komputer milik SMA Negeri 1 Tanjung Batu, Ogan Ilir disantroni kawanan pencuri itu.

Baca Juga : SMA 1 Tanjung Batu Disantroni Pencuri, Siswa Bakal Terancam Tak Bisa UNBK

Dalam aksinya pelaku pencurian mempreteli komponen CPU komputer sebanyak 5 unit, selain itu juga menggasak 8 unit laptop, 7 unit LCD proyektor, 3 unit elektronik mikroskop, 2 unit monitor LCD, 1 unit wireless dan 1 set perangkat CCTV.

Dari 5 unit CPU yang digasak pencuri itu, merupakan 3 unit CPU server yang biasa digunakan untuk kegiatan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) dan 2 unit CPU untuk praktik siswa yang kelima-limanya berada di ruang teknologi informasi dan komunikasi (TIK) atau lab komputer.

Bukan hanya lab komputer, ruang TU dan Kepala Sekolah juga diacak-acak komplotan maling tersebut. Disana mereka membawa kabur 8 unit laptop, 7 unit LCD proyektor, 3 unit elektronik mikroskop, 2 unit monitor LCD, 1 unit wireless dan 1 set perangkat CCTV.

Walaupun Korps Bhayangkara masih menyelidiki kasus-kasus tersebut. Namun, tak dipungkiri, jika ternyata nantinya tak bisa terungkap. Maka persepsi kepercayaan masyarakat kepada kepolisian Polsek Tanjung Batu akan hilang dan ‘Ponten Merah’ terus mengalir dan susah dibendung.

Untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap kepolisian setempat, karena dinilai lemah dalam upaya penegakan hukum alias masih jauh dari harapan publik. Kapolda Sumsel dan Kapolres Ogan Ilir harus mengoreksi, mengevaluasi kinerja seluruh internal jajaran dibawahnya. Kapolda dan Kapolres diharapkan bisa lebih transparan dan terbuka terhadap kritikan dan masukan publik, agar upaya reformasi Polri di tingkat Mabes, juga bisa diterapkan di tingkat daerah.

Semoga tulisan ini, bisa menjadikan polisi Indonesia lebih baik di masa mendatang. Kalau bukan polisi Polri lalu siapa lagi yang akan menegakkan hukum dan memberikan rasa aman, nyaman di negara kita Indonesia?. (Editorial)

Penulis : Sandi Pusaka Herman

Komentar

News Feed