oleh

M Thamrin Sosok Kepala Sekolah di Pelosok OKU Selatan Yang Menjadi Inspirasi

Laporan: Novi Irawan/ Wartawan Tribunpos OKU, Sumsel

TRIBUNPOS, MUARADUA — Menjadi kepala sekolah di kota besar tentu lebih mudah dibandingkan memimpin sekolah yang berada di pedesaan.


Apalagi, jika sekolah tersebut berada di daerah sangat jauh dan terpelosok. Untuk menuju ke lokasi sekolah harus menempuh jalan tanah yang berlumpur dan berlobang, apalagi di musim hujan menambah parah kerusakan jalan tersebut. Belum lagi fasilitas sarana dan prasarana sekolah jauh dari layak.

Kondisi memprihatinkan tersebut sempat dirasakan oleh M Thamrin SPd Kepala Sekolah SD 08 Buana Panca dan SMP Tunas Jaya, OKU Selatan, Sumatera Selatan.

Namun siapa sangka, di tangan seorang M Thamrin, sekolah tersebut kini bertransformasi mengalami kemajuan yang cukup signifikan.

Keberhasilannya menjadi guru sekaligus kepala sekolah di daerah pelosok, tentunya diraih dengan tidak mudah. Apalagi sekolah yang dibangun itu dari nol (dari awal sekali). Untuk itu, dibutuhkan keihklasan dan semangat yang besar datang dari hati.

Dalam keterbatasan, sebagai pendidik dan kepala sekolah di daerah yang jauh dari pusat kota, dituntut harus bekerja ekstra dalam mendidik dan memajukan sekolahnya.

Bagi Thamrin, pendidikan adalah hal yang sangat penting dalam kehidupan, itulah yang menjadi motivasi dirinya untuk membawa perubahan sekolah yang dipimpinnya.

Ia adalah sosok orang pertama yang menjadi kepala sekolah dari awal berdirinya Sekolah Satu Atap, SD 08 Buana Pemaca (2009) dan SMP Tunas Jaya (2014) hingga sampai saat ini.

Keuletan seorang guru yang mengabdikan diri untuk dunia pendidikan, terlihat jelas dari sosok Thamrin.

Meskipun letak lokasi sekolah berjarak jauh dan menempuh jalan tanah yang berlumpur, disaat hujan dan berlobang. Namun tak membuat semangatnya untuk mengajari anak didiknya kendor.

Menurut Pak Thamrin sapaan akrab sehari-hari M Thamrin, sebelum berubah menjadi SD 08 Buana Pemaca, dahulu sekolah tersebut adalah sekolah SD Pilial (sekolah jauh) menginduk SDN 1 Tanjung Durian.

Perlahan sekolah yang dipimpinnya mulai mendapatkan bantuan pemerintah.

Pada tahun 2009, 2010 dan 2012, sekolahnya mendapat bantuan pembangunan fisik bersumber dari Dana DAK.

Bukan sampai di situ saja, SMP Tunas Jaya mendapatkan bantuan pembangunan dari negara Australia pada tahun 2014, melalui Kementerian Pendidikan.

Saat kunjungan awak media Tribunpos ke sekolah satu atap itu, sudah terlihat keberhasilan pembangunan di kedua sekolah tersebut dibawa tangan dingin kepemimpinan M Thamrin, pria yang tampak bersahaja ini. (red/wan)

Editor Berita: Sandi Pusaka Herman Timur

Komentar

Headline