oleh

LIRA Sebut Ada Dugaan Kejanggalan Proses Pengadaan TIK SMA di Banten, Yan: Dindik Tidak Transparan

Laporan: Risdu Ariri/ Wartawan Tribunpos Serang, Banten

TRIBUNPOS, BANTEN — Pengadaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) jenjang SMA tahun anggaran 2021 sebesar Rp22,4 Miliar lebih disorot publik. Sekretaris Daerah Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Provinsi Banten menyebut, ada 107 paket penuh kejanggalan dalam prosesnya.


Menurut Yan Graha, seharusnya program ini disampaikan dengan baik kepada publik sehingga tidak menimbulkan polemik yang tidak perlu, mengingat program kegiatan pengadaan 7 item barang ini juga menggunakan metode E-Catalog.

“Kami melihat ada masalah komunikasi dan transparansi yang sangat buruk dalam program ini yang akhirnya menimbulkan kecurigaan masyarakat terkait spesifikasi laptop dan harganya, maupun sekolah penerima“ tegasnya.

Enggannya pejabat yang berkompeten dalam hal ini memberikan informasi baik spek laptop, harga, nama penyedia dan nama sekolah penerima, seharusnya tidak perlu terjadi sebab itu bukanlah rahasia negara yang tidak bisa di informasikan ke publik.

“Seharusnya dalam perencanaannya jelas spek laptop dan harga, nama penerima hibah barang ini sekolah mana saja, dengan tidak adanya nama sekolah mana saja yang berhak untuk mendapatkan program bantuan ini sudah jelas timbul kecurigaan publik sehingga dugaan ada permainan oknum di tataran atas dinas pendidikan banten mencuat ke publik,“ ujarnya.

Mantan jurnalis dan juga mantan ketua PWI Kota Serang ini menghimbau agar dalam pengelolaan keuangan negara azaz transparansi harus dikedepankan, biar tidak ada persoalan kedepannya.

“Kami sudah beraudiensi dengan kepala Dinas Pendidikan Banten terkait pengadaan TIK dan alat peraga SMA yang issu-nya lagi hangat saat ini, dan yang menjadi kecurigaan publik dan juga kami , karena kepala dinas pendidikan H.Tabrani baru akan memberikan informasi ini ke publik akhir Desember.” pungkasnya. (red/ndu)

Editor Berita: Sandi Pusaka Herman Timur

Komentar

Headline