oleh

Lima Komisioner KPU Kota Palembang Jadi Tersangka Pidana Pemilu

PALEMBANG, Tribunpos.com | Lima Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palembang ditetapkan sebagai tersangka oleh Satreskrim Polresta Palembang.

Ke-lima komisioner tersebut yakni EF (Ketua KPU Kota Palembang), Al, YT, AB dan SE (Komisioner KPU Kota Palembang).

Informasi yang dihimpun Tribunpos.com, sebelumnya telah tersebar surat penetapan tersangka yang dikeluarkan pihak Polresta Palembang atas nama Yetty Oktarina.

Anggota KPU Kota Palembang Yetty Oktarina. (Foto: Yudi Abdullah)

Penetapan tersangka diduga berkaitan tindak pidana dengan sengaja menyebabkan orang lain kehilangan hak pilihnya, sebagaimana dalam pasal primer pasal 554 undang- undang nomor 7 tahun 2017 tentang pemilu Jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP subsidair pasal 510 uu 7/2017 tentang pemilu Jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP, yang terjadi pada 27 April yang terjadi di kecamatan IT II Palembang.

Surat penetapan tersangka Yetty berdasarkan Surat Keterangan No: SK/87/VI/2019/ Reskim pada 11 Juni kemarin.

Dalam surat itu dituliskan, terhitung sejak tanggal surat ini dikeluarkan maka yang bersangkutan dapat dilakukan upaya paksa, pemanggilan, pemaksaan dan pemeriksaan sebagai tersangka.

Yetty sendiri yang saat dikonfirmasi hal tersebut, membenarkan jika dirinya ditetapkan tersangka kepolisian. Namun ia enggan mengomentarinya terlebih jauh.

“Saran saya, minta tanggapan Pak Hepriyadi saja, selaku komisioner KPU Sumsel Divisi Hukum, karena mereka juga sangat tahu tentang ini,” ujarnya, Sabtu (15/6/2019).

Sementara Hepriyadi yang dihubungi, belum bisa memberikan jawaban yang pasti, mengingat saat ini sedang berada di Polresta Palembang. Dia mengaku masih berada di Polresta Palembang berkaitan kasus tersebut.

Kasat Reskrim Kompol Yon Edi Winara mengungkapkan, kasus ini berawal dari adanya temuan Bawaslu Kota Palembang, dan dilaporkan Ketua Bawaslu Kota Palembang, M Taufik pada 22 Mei kemarin.

“Kita sudah mengambil keterangan ke-5 tersangka, pemeriksaan sudah dilakukan sejak Jumat (14/6), kemarin,” tegas Yon.

Ditambakan Kasat Reskrim, pihaknya pun sudah juga memeriksa 20 saksi-saksi tambahan yang merupakan saksi ahli. “Masih berjalan hingga hari ini kita ambil keterangan,” ujarnya singkat. (Red)

Penulis: Tim Wartawan
Editor: Sandi Pusaka Herman

Komentar

News Feed