oleh

Lantaran Keseringan Minum Bubble Tea, Wanita Ini Dilarikan ke Rumah Sakit, Cek Bahayanya

KULINER, Tribunpos.com | Dunia kuliner mengalami perkembangan yang amat pesat. Banyak pengusaha yang menjadikan momentum tersebut untuk berbisnis kuliner, terutama bisnis minuman.

Muncul banyak kreasi minuman di masyarakat, mulai dari minuman khas daerah hingga minuman dari negara lain.

Baru-baru ini bubble tea, tengah menjadi minuman yang tren di masyarakat. Bahkan tren bubble tea belum menunjukkan penurunan dengan banyaknya pengusaha yang membuka peluang usaha dengan basis franchise.

Gerai-gerai minuman dibuka di setiap pusat perbelanjaan bahkan di pinggir-pinggir jalan, hampir setiap hari. Bubble tea juga menjadi minuman favorit anak muda zaman sekarang.

Minuman ini jika dikonsumsi terlalu banyak sangat buruk bagi kesehatan manusia.

Melansir laman World of Buzz, terdapat kekhawatiran dari berbagai ahli karena jika bubble tea dikonsumsi dalam jumlah yang banyak.

Efek buruk ini dirasakan oleh remaja berusia 14 tahun asal Provinsi Zhejiang, Tiongkok.

Pemindaian CT menunjukkan bola mutiara dalam bubble tea terlihat di perut seorang gadis di China yang mengalami sembelit selama lima hari.(Weibo via Straits Times) (Weibo via Straits Times)

Melansir laman World of Buzz, remaja 14 tahun ini dirawat di ruang gawat darurat di rumah sakit setempat pada 28 Mei 2019 setelah mengeluh sakit perut.

Tak hanya sakit perut, remaja 14 tahun ini juga mengeluhkan kesulitan makan, dan buang air besar.

Remaja 14 tahun ini kemudian menjalani serangkaian CT scan di bagian perut.

Dokter menemukan bubble gum di perut gadis itu yang belum tercerna dengan baik.

Gadis yang mengonsumsi bubble tea, terakhir 5 hari sebelum dirinya dilarikan ke rumah sakit.

Namun berbeda dengan pendapat dokter yang merawatnya.

Dokter menyatakan bahwa mutiara bubble tea yang tidak tercerna dalam jumlah yang sangat banyak, dan sudah dikonsumsi dalam jangka waktu yang lama.

Sang gadis diberikan obat pencahar untuk membantu megeluarkan mutiara bubble tea yang tersumbat di perutnya.

Direktur He Yuling dari Rumah Sakit Rakyat Kota Zhuji menambahkan, bubble terbuat dari tepung tapioka, yang sulit dicerna.

Beberapa pedagang juga menambahkan zat pengental pada mutiara bubble tea untuk membuatnya lebih kenyal. Sehingga dapat menyebabkan efek buruk apabila dikonsumsi dalam jangka waktu yang lama. (Red)

Editor: Sandi Pusaka Herman

Komentar

News Feed