oleh

Ketua KONI Palembang Minta Oknum Dosen ‘Cabul’ Dipecat, Anton: Kalau Tak Dikabulkan Kami Akan Gruduk Unsri

Laporan: Syaiful Jabrig/ Wartawan Tribunpos Palembang, Sumsel

PALEMBANG, TRIBUNPOS |- Kasus dugaan pelecehan oleh seorang oknum dosen Universitas Sriwijaya (UNSRI) terhadap beberapa orang mahasiswi Fakultas Ekonomi kian melebar dan memanas.


Kini giliran Ketua KONI Kota Palembang, Anton Nurdin angkat bicara.

Bicaranya Anton Nurdin mendasar. Pasalnya salah satu mahasiswi korban dugaan pelecehan itu, yang berinisial D, ternyata bagian dari pengurus KONI Kota Palembang.

Dalam jumpa Pers, Senin (6/12) malam di Kantor KONI Palembang, Anton mengecam keras atas perlakuan bejat oknum dosen cabul pelaku pelecehan tersebut.

“Kami meminta Rektor Unsri mengambil langkah tegas memecat oknum dosen berinisal R yang tidak bermoral itu tidak bermoral,” ucap Anton Nurdin dengan suara tinggi ‘berapi-api’.

Ia mengatakan, bila pihak Rektorat UNSRI tidak mengindahkan seruan ini, maka seluruh pengurus KONI Kota Palembang akan menggeruduk Kampus Unsri.

“Kami tunggu sikap tegas dari pihak Rektorat Unsri. Bila tidak, 350 pengurus KONI akan mendatangi Unsri,” jelas Anton didampingi Rubi Indiarta Seketaris Umum (Sekum) KONI Kota Palembang.

Menurut pengakuan korban mahasiswi berinisial D, dirinya mengalami pelecehan melalui pesan telegram oleh okunum dosen tersebut.

“Dapat pesan aneh melalui telegram, Mahasiswa D mengalami shock, ketakutan setiap ingin ke kampus,” jelas Sekretaris Peradi Rumah Bersama Advokat ini.

Dirinya juga meminta kepada aparat penegak hukum, untuk memanggil dan memproses tindak oknum dosen berinisal R yang ada di Fakultas Ekonomi itu.

“Tegakkan hukum, jangan tebang pilih, kami minta polisi segera proses dan panggil oknum tersebut,” tegasnya.

Dikatakan Rubi, dengan adanya kejadian ini, menggugah rasa senasib sesama pengurus KONI, nama baik KONI pun ikut tercoreng, kalau satu merasa sakit dicubit semua ikut merasakan.

“Kami berikan batas waktu dua kali 24 jam hingga Rabu 8 Desember, kalau hal ini diabaikan, maka kami segera mendatangi Unsri melakukan klarifikasi atas laporan korban mahasiswi yang juga sebagai pengurus KONI Kota Palembang,” pungkasnya. (**)

Editor Berita: Sandi Pusaka Herman Timur

Komentar

Headline