oleh

Ketahuan Beli Ambulan Bekas, Kades Ibul Dalam Berurusan dengan Inspektorat, Disanksi Beli Ambulan Baru

Ilustrasi Mobil Ambulan
Laporan Wartawan : Kaka Kertapati / Rambang Kuang, Ogan Ilir

TRIBUNPOS.COM, RAMBANG KUANG — Ada ada saja cara oknum kepala desa menyimpangkan Dana Desa. Seperti yang dilakukan Jonson, Kepala Desa Ibul Dalam, Kecamatan Rambang Kuang yang harus berurusan dengan Inspektorat.

Kades yang berada di ujung perbatasan kabupaten Ogan Ilir dengan kabupaten Muara Enim itu terbukti bersalah telah menyimpangkan Dana Desa (DD) pengadaan pembelian mobil ambulan desa.

Uang Rp200 juta yang sedianya digunakan untuk membeli mobil ambulan baru, ternyata oleh kades disiasati dibelikan mobil ambulan bekas seharga kisaran Rp80 juta. Namun menyulap laporan seakan harganya tetap Rp200 juta.


Kasus yang ditaksir merugikan negara kisaran Rp120 juta tersebut, oleh Inspektorat Pemkab Ogan Ilir lagi-lagi hanya diganjar sanksi pengembalian uang. Dan disuruh membelikan kembali mobil ambulan baru yang sesuai dengan spek dan harga dalam ketentuan perencanaan awal. Tidak ada sanksi pidana hukum yang bakal membuat si kades jera.

Awalnya kasus tindak pidana korupsi dana desa di Desa Ibul Dalam oleh oknum kepala desa terbongkar atas laporan pengaduan warga desa setempat. Masyarakat selain membawa kasus ini ke Inspekstorat, juga melaporkan ke pihak Tipikor Satreskrim Polres Ogan Ilir.

Dari laporan tersebut, tim auditor Inspektorat langsung turun gunung melakukan pemeriksaan terkait pengadaan (pembelian) satu unit mobil ambulan desa dari sumber Dana Desa tahun 2017.

Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Ogan Ilir saat ditanya Tribunpos.com membenarkan adanya temuan itu. Namun dijelaskan pihak PMD, permasalahan tersebut sudah selesai.

“Kades Ibul Dalam sudah mengganti mobil ambulan yang dipersoalkan, dengan membeli mobil ambulan baru seharga Rp200 juta,” kata sumber yang tak bersedia disebutkan namanya kepada Tribunpos.com, Jumat (20/7/2018).

Diungkapkan sumber, pihaknya masih menunggu bukti bukti pembelian resmi dari showroom seperti faktur pembelian, kwitansi showroom dan lainnya.

“Kita sudah menyuruh camat setempat untuk melihat dan membawa semua bukti bukti pembelian mobil ambulan baru itu,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Inspektorat Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir, Sriyono saat dikonfirmasi terkait informasi terkini kasus tersebut belum bisa dimintai keterangan. Sriyono tak menggubris panggilan telepon wartawan media ini. Begitu pun pesan singkat yang dikirimkan tak juga dibalas, sampai berita ini dimuat. (Tribunpos)

Editor : Sandi Pusaka Herman

Komentar

News Feed