oleh

Kasihan, Mengaku Digigit Ular, Pemuda Tanpa Identitas Ini Terlantar di Masjid Walimah

Laporan Wartawan Tribun Pos : Kaka Pusaka / Tanjung Batu Ogan Ilir

TRIBUNPOS.COM, TANJUNG BATU — Seorang pemuda tanpa identitas ditemukan terlantar di Masjid Walimah Kelurahan Tanjung Batu, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, Selasa (22/5/2018).

Pemuda yang mengaku bernama Desendra, berusia 19 tahun, warga Desa Lubuk Amplas perbatasan Muara Enim – Lahat itu ditemukan warga dalam keadaan terbaring lemas di pelataran masjid.


Di pergelangan kakinya terdapat balutan kain, menutupi luka borok yang mengangah membusuk akibat gigitan ular. Namun tak menjelaskan kapan dan dimana kejadian naas tersebut.

Menurut pengakuan pemuda yang terlihat linglung itu, dirinya bersama seorang temannya berniat mencari pekerjaan kuli bangunan. Ia terpisah dari temannya dan tak tau kemana harus mencari. Hanya tersisa pakaian lusuh di badan yang sudah tiga hari tak berganti. Tak ayal aroma khas keluar dari tubuhnya.

“Tas aku di bawa temen pak, kami pisah. Duit aku sudah dak katek lagi, aku kadang makan kadang idak, tolong pak,” ucap pemuda yang hanya mengecam sekolah dasar sampai kelas 5 SD ini dengan nada lirih kepada beberapa warga yang menghampiri.

Dia menceritakan, kalau dirinya sudah tak memiliki ibu dan bapak lagi. Sejak kecil ia tinggal bersama neneknya sampai sekarang.

“Tolong aku pak, aku pengen balek bae nak ktemu nenek aku,” katanya sambil terlihat hampir meneteskan air mata.

Warga bingung untuk menghubungi pihak keluarga pemuda tersebut. Mengingat tak ada satu identitas yang bisa dijadikan sumber petunjuk.

“Terlantar dia, nggak ada identitas, nggak tau alamatnya, jadi bingung kita mau ngantarnya,” kata Jamal salah seorang jamaah masjid kepada wartawan Tribunpos.com.

Pemuda terlantar itu, saat ini sedang menjalani perawatan di Puskesmas setempat. Dokter yang menangani mengharuskan rawat inap, mengingat kondisinya yang mulai melemah.

“Iya tadi dibawa ke puskesmas, sekarang masih dirawat. Tapi, kami masih bingung karena obatnya tak tersedia disana, sehingga harus beli di luar. Sedangkan biaya obatnya lumayan mahal,” ungkap jamaah lainnya, Yayan Hariansyah sembari berharap agar ada pihak lain yang bersedia membantu pemuda miskin lagi terlantar ini.

Hingga berita ini diturunkan, pemuda terlantar tersebut masih berada di Puskesmas Tanjung Batu. (Red)

Editor : Sandi Pusaka Herman

Komentar

Headline