oleh

Kasihan, Kakek Asal Jabar Ditemukan Terlantar di Kota Palembang: Alami Kebutaan dan Tak Bisa Jalan

Laporan: Syaiful Jabrig, Wartawan Tribunpos Palembang, Sumsel

TRIBUNPOS, PALEMBANG I Seorang kakek perantauan asal Jawa Barat ditemukan terlantar di pinggir jalan Demang Lebar Daun, Kecamatan Ilir Barat I, Kota Palembang, Sumatera Selatan, Minggu (11/4/21). Persisnya hanya berjarak 500 meter dari Istana Gubernur Sumsel di Griya Agung.

Penemuan kakek yang diketahui bernama Didit (60) itu, dalam kondisi yang sangat menyedihkan. Tubuhnya terkapar di tanah, tak bisa berdiri hanya mengesot.

Pakaiannya kotor, badannya lusuh, tampak rasa sakit tergambar dari raut mukanya. Diketahui kondisi satu matapun tertutup selaput putih seperti katarak, mengakibatkan kurang jelas melihat.

Saat wartawan Tribunpos.com mengajak bicara, ia hanya dapat mengangukkan kepala. Sesekali mulutnya bergumam pelan. Mungkin lemas karena tak makan. Tim pun memberikan makan dan bantuan.

Dia mengatakan, beberapa tahun lalu merantau dari Jawa Barat ke Palembang, semua keluarganya di sana (Jawa Barat). Di Palembang ia tinggal sebatangkara, tak ada saudara, tak juga ada tempat tinggal.

Menurut keterangan warga, untuk makan sehari-hari kakek ini hanya bisa pasrah, mengharap belas kasih orang yang melintas di hadapannya.

“Sudah seminggu ini keberadaan kakek itu di sini. Tadinya tidur di halte seberang Cafe Resto Mabes Coffee. Dua hari ini terkapar sakit. Mungkin karena menahan rasa sakitnya, tubuhnya menggelinjang sehingga tergelinding turun ke tanah sampai pinggir pagar seng itu,” ucap Subrani warga Perumahan Bank Raya Minggu (10/4) saat olahraga pagi melintasi tempat itu.

Sarkowi petugas penyapu jalan yang sering melihat kakek itu menceritakan, dia (kakek) berjalan sambil merangkak sampai pindah ke lokasi yang berjarak 200 meter.

“Kalau ada orang yang lewat, kasihan melihatnya, kadang diberinya nasi bungkus atau uang,” ujarnya.

Ia berharap kepada pihak pemerintah atau aparat dinas terkait, sudikiranya dapat membantu kakek yang terlatar itu.

“saya hanya berharap kepada Gubernur, Walikota untuk dapat memberikan tempat layak, mengobati sakitnya dan diberikan makan. Kasihan sekali melihatnya pak,” ungkapnya.

Sampai berita ini dimuat, kakek ini sudah dipindahkan kembali ke halte, tempat semula oleh beberapa orang ojek online.

Bagi siapa yang ingin membantu, apalagi di bulan suci ramadhan ini, silahkan datang langsung ke halte tersebut. Semoga para penguasa mau peduli untuk membantu. (Tribunpos)

Editor: Sandi Pusaka Herman Timur I Red

Komentar

News Feed