oleh

Kalapas Perempuan Kota Palembang Susah Ditemui Wartawan, Ini Klarifikasinya!

Laporan Wartawan : Hendra Wijaya, Tribun Pos Palembang, Sumsel

TRIBUN POS, PALEMBANG I Kepala Lapas Perempuan Kota Palembang, Rini Budiyati enggan temui awak media yang ingin mengkonfirmasi persoalan mekanisme keamanan lapas dan vaksin covid-19 untuk narapidana, Selasa (22/06/2021).


Selaku pejabat pemerintah yang digaji oleh negara, harusnya Kalapas Perempuan Palembang terbuka dalam memberikan informasi sesuai dengan UU keterbukaan Informasi publik. Sedangkan dua petugas sipir pos jaga yang tidak ingin menyebutkan nama diduga terkesan memberikan informasi yang Simpang siur ketika ditanya tentang keberadaan Kalapas Perempuan Palembang.

Awalnya ketika ditanya awak media Tribunpos.com, petugas pos jaga yang berada di pos jaga depan menyatakan Kalapas sedang keluar melaksanakan Diklat, sementara petugas jaga yang berada di dalam melalui via telepon menyatakan Kalapas sedang melaksanakan rapat zoom.

“Kalapas sedang keluar melaksanakan diklat dan melaksanakan rapat zoom,” ucap kedua petugas pos jaga yang berbeda.

Selain itu, keberadaan Humas terkait pun tidak bisa ditemui dan tak bisa juga dijanjikan kapan bisa dijumpai, dan menyuruh awak media membuat surat janji terlebih dahulu jika ingin bertemu dengan Kalapas.

Sementara itu, sesuai UU Pers tahun 1999 dan sebagai pencari berita awak media tentunya bekerja sesuai kode etik jurnalistik agar pemberitaan yang disajikan berimbang dan terpecaya agar tidak dikatakan HOAX.

Kepala Lapas Perempuan Kota Palembang, Rini Budiyati saat dikonfirmasi melalui via telpon WhatsApp mengatakan bukan tidak bisa dijumpai tetapi banyak agenda dinas yang harus dikerjakan, seperti rapat melalui zoom, dan bukan juga menjadi pembohongan publik.

” Banyak agenda dinas yang tidak bisa digangu, ini saja agenda dinas yang sudah terjadwal malah tidak sesuai, dan jika petugas sipir bilang diklat tidak semua diklat keluar kota bisa juga dilakukan melalui rapat zoom,” katanya.

Lanjutnya, untuk konfirmasi soal mekanisme keamanan lapas itu sudah dari dahulu keamanan lapas seperti itu dan semua lapas pasti sama.

“Kalau soal mekanisme keamanan lapas, semua sama kenapa ditanya lagi, tidak ada menariknya,” ungkapnya.

“Untuk vaksin, baru pegawai saja yang divaksin. Konfirmasi tidak harus bertemu, kesempatan ini juga namanya konfirmasi,” tutupnya. (red)

Wartawan : Hendra Wijaya
Editor : Putri

Komentar

Headline