oleh

KAHMI Usulkan Makam Pendiri HMI Dahlan Husin Jadi Destinasi Wisata Religi

TRIBUNPOS, OGAN ILIR I Makam salah satu Tokoh Nasional pendiri organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), H Dahlan Husin bersama istri Hj Siti Zainah Alatas di Desa Tanjung Atap, Tanjung Batu, Ogan Ilir, Sumsel, akan diusulkan menjadi lokasi wisata religi.

Korp Alumni HMI (KAHMI) akan mengandeng pemerintah kabupaten Ogan Ilir, pemerintah provinsi Sumsel dan pemerintah pusat melalui beberapa kementerian terkait untuk mewujudkan rencana tersebut.

“Kami akan usulkan agar makam Tokoh Nasional Pendiri HMI H. Dahlan Husin bersama istri Hj. Siti Zainah, dikembangkan menjadi destinasi wisata religi,” kata Ketum KAHMI Ogan Ilir, Sonedi Ariansyah usai acara Napak Tilas dan penandatanganan prasasti disamping makam keduanya di Desa Tanjung Atap, Kecamatan Tanjung Batu, Kabupaten Ogan Ilir (OI), Selasa (15/9/20).

Hadir pada penandatanganan prasasti itu dilakukan Bupati Ogan Ilir HM Ilyas Panji Alam, Ketua PB HMI Arya Kharisma Hardi, Ketua HMI Kota Palembang Eko Hendiyono, Ketua Umum KAHMI Ogan Ilir Sonedi Ariansyah. Sementara Akbar Tanjung selaku pendiri HMI lainnya berhalangan hadir.

Sonedi mengatakan, selama ini orang tidak tau kalau di Ogan Ilir, khususnya di Desa Tanjung Atap ada makam tokoh nasional yang berjasa bagi lahirnya organisasi HMI.

“Bangsa yang besar, adalah Bangsa yang menghormati jasa para pahlawannya, Ayahanda H. Dahlan Husin dan Ibunda Hj. Siti orang yang sangat berjasa atas kelahiran HMI, beliau pahlawan HMI,” ujarnya.

Untuk itu, sambung Sonedi, sebagai generasi penerus HMI harus bisa meneladani semangat meraleka dengan menjadikannya sebagai panutan.

Sementara itu, Bupati Ogan Ilir HM. Ilyas Panji Alam, mengatakan seyogyanya patut berbangga bagi warga Desa Tanjung Atap, karena di desa ini ternyata ada tokoh nasional pendiri HMI.

“Maka atas perjuangan dan dedikasinya mendirikan HMI sekitar 75 tahun silam patut diberikan piagam penghargaan kepada almarhum H Dahlan Husin bersama istri Hj Siti Zainah,” ucap bupati.

Sudirman Dahlan, salah satu putra almarhum, merasa terharu atas perhatian dan kepedulian dari HMI, KAHMI serta Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir.

Sekedar untuk diketahui, KAHMI sebagai organisasi umat yang di dalam terdapat para mantan – mantan aktifis HMI yang tidak diragukan lagi komitmennya terhadap proses pembangunan Bangsa dan negara ini.

HMI lahir dimotori oleh Lafran Pane, Suwali, Kartono Zarkasyi, Dahlan Husein, Siti Zainah Alatas, Maisaro Hilal, Yusdi Ghozali, Mansyur, M Anwar, Hasan Bari, Marwan dan Zulkarnain pada 5 Februari 1947 di Sekolah Tinggi Islam (STI) kini menjadi Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta.

Kifrah dan perannya dalam kehidupan bangsa, baik dimasa perjuangan dan pembangunan, membuktikan bahwa HMI mempuyai andil besar bagi bangsa ini. (***)

Penulis: Sandi Pusaka Herman Timur
(Fraktisi Media/ Pengurus KAHMI Ogan Ilir)

Komentar

News Feed