oleh

KAHMI Ogan Ilir Akan Dilantik Pertengahan September, Bakal Dihadiri Akbar Tandjung

TRIBUNPOS, OGAN ILIR — Pengurus Kops Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Ogan Ilir periode 2019-2024 akan dilantik pertengahan September mendatang. Pelantikan bakal dihadiri tokoh nasional Akbar Tandjung.

Ketua Umum KAHMI Sumsel, Joncik Muhammad yang juga Bupati Empat Lawang dijadwalkan langsung melantik kepengurusan KAHMI kepemimpinan Sonedi Ariansyah hasil Musda pada 3 Oktober 2019 lalu.


Disampaikan Ketua Umum KAHMI Ogan Ilir, Sonedi Ariansyah, tokoh nasional Akbar Tandjung akan hadir pada pelantikan organisasi yang telah melahirkan banyak tokoh besar itu.

Dipaparkan Sonedi, setelah pelantikan, Akbar Tandjung yang merupakan Dewan Penasehat KAHMI pusat tersebut, akan melakukan ziarah ke makam pendiri HMI, Dahlan Husein dan Siti Zainah Alatas yang ada di desa Tanjung Atap, Kecamatan Tanjung Batu, Ogan Ilir.

“Insyallah Bang Akbar Tandjung langsung hadir pada pelantikan nanti,” kata Sonedi, Selasa (01/09/20) dalam rapat persiapan pelantikan.

 

Umar Saferi sedang menunjuk foto momen bersama tokoh nasional Akbar Tandjung pada 6 tahun lalu saat kedatang ke Ogan Ilir. (Dok. Eka Forhati)

Sementara itu ketua panitia pelantikan, Umar Saferi, mengatakan persiapan pelantikan KAHMI Ogan Ilir sudah mencapai 75 persen dan akan terus dilakukan pematangan persiapan pelantikannya.

“Alhamdulillah do’akan dalam waktu dekat, kita akan mengadakan konferensi pers menyampaikan persiapan terakhir siapa saja tokoh nasional dan provinsi yang bakal hadir,” kata Umar Saferi mantan Ketum HMI Cabang Curup, Bengkulu periode 1999-2000 ini.

Umar menyebut, dengan dilantiknya pengurus baru KAHMI Ogan Ilir, semakin memperkuat organisasi alumni HMI dalam berkarya dan memberikan kontribusi untuk pembangunan Kabupaten Ogan Ilir.

“Momentum pelantikan KAHMI ini, kita akan bersinergis sama pemerintah daerah memberikan kontribusi pemikiran pemikiran demi kemajuan Kabupaten Ogan Ilir kedepannya,” ujarnya.

Untuk sekedar diketahui KAHMI sebagai organisasi umat yang di dalam terdapat para mantan – mantan aktifis HMI yang tidak diragukan lagi komitmennya terhadap proses pembangunan Bangsa dan Negara ini.

HMI lahir dimotori oleh Lafran Pane, Suwali, Kartono Zarkasyi, Dahlan Husein, Siti Zainah Alatas, Maisaro Hilal, Yusdi Ghozali, Mansyur, M Anwar, Hasan Bari, Marwan dan Zulkarnain pada 5 Februari 1947 di Sekolah Tinggi Islam (STI) kini menjadi Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta.

Kifrah dan perannya dalam kehidupan bangsa, baik dimasa perjuangan dan pembangunan, membuktikan bahwa HMI mempuyai andil besar bagi bangsa ini. (**)

Penulis: Sandi Pusaka Herman Timur

Komentar

Headline